Mencuri Gabah Untuk Makan Keluarga, Pemulung Asal Sragen Dibebaskan Polres Karanganyar

KBRN, Karanganyar: Polres Karanganyar melepaskan Seorang pria warga kabupaten Sragen yang tertangkap basah mencuri gabah di Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkeramat Karanganyar.

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Ismanto Yuwono mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi menjelaskan Kronologi kejadian penangkapan diawali dari 3 orang desa memergoki pelaku yang diketahu bernama Sumardi saat melakukan aksi di sebuah sawah di Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkeramat Karanganyar pada Selasa, (21/04/20).

"Jadi ada 3 warga yang memergoki pelaku, Kemudian, warga desa membawa pelaku serta barang bukti gabah ke balaidesa setempat untuk diamankan kemudian diserahkan kepada polsek Kebakkeramat," teranganya.

Setelah dilakukan introgasi, Lanjut AKP Ismanto, terungkap alasan pelaku melakukan aksi pencurian yang cukup miris, dengan akhirnya diselesaikan melalui mediasi.

"Dari Pengakuan pelaku, dirinya terpaksa  mencuri lantaran kesulitan mencari penghasilan, pekerjaanya itu seorang pemulung, jadi selama wabah covid-19 ini pendapatannya turun, karenakan banyak desa yang melakukan penutupan jalan," jelasnya.

Lanjut AKP Ismanti, Sumardi ini padahal, harus menghidupi 5 anggota keluarganya dirumah, yang terdiri dari mertua, istri, dan kedua anaknya.

"Jadi dia itu tinggal dirumah mertuanya, disana tinggal sama mertua, istri, 2 anak, satu sekolah SMA, sama satunya baru umur 3 tahun," bebernya.

AKP Ismanto menambahkan pelaku juga mengaku hasil curian gabah itu akan diberikan kepada keluarganya dirumah untuk dikonsumsi."Dia itu ngaku hasil curiannya untuk dibuat makan keluarga dirumah, dislep, trus dimasak," imbuhnya.

Lebih Lanjut, AKP Ismanto mengungkapkan, selain dibebasan pelaku juga diberikan bantuan sembako, serta susu untuk kebutuhan keluarganya salama 1 bulan kedepan.

"Kita juga belikan beras, sama susu untuk anaknya sekitar 2 kilo susunya, itu kita bantu kira kira cukup untuk kebutuhan makan selama 1 bulan kedepan," tandasnya. (Foto: Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00