Sempat Hina Institusi TNI, ASN Klaten Ini Akhirnya Pilih Damai

KBRN Klaten: Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial S (44) yang  bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten berurusan dengan Kodim Klaten. Hal ini dipicu cuitannya di media sosial yang dinilai merendahkan institusi TNI Kodim Klaten.

Dandim Klaten Letkol Minarso dalam keterangan persnya membenarkan adanya oknum PNS yang berurusan dengan TNI. Disebutkan dalam tulisannya di Facebook oknum PNS  tersebut menyindir TNI dengan kata-kata yang tidak pantas sebagai seorang abdi negara. 

"Ada komentar mengomentari kejadian yang kemarin katanya pencurian dan komentar disitu kalau dibahasa Indonesiakan TNI kegiatan pokoknya Maling dan TNI nya sampingan," ungkap Dandim Klaten Letkol Minarso saat jumpa pers Senin (20/4/2020).

Menurut Dandim hal itu dinilai kurang pas dengan situasi seperti sekarang ini yang sedang dilanda wabah covid 19. TNI dan PNS merupakan institusi besar dan tidak boleh menjelekkan antar institusi.

Dandim menilai yang  bersangkutan karena hal itu berkaitan dengan undang-undang ITE nomor 11 tahun 2008 tentang pencemaran nama baik. Hal itu perlu disikapi karena sama-sama instansi negera yang seharusnya dapat bekerja sama dengan baik dan tidak menjelekkan dan bersama mengabdi kepada bangsa dan negara.

Dandim lebih jauh mengatakan kasus itu sudah diselesaikan dengan baik sehingga seluruh jajaran TNI tidak boleh terpancing dan fokus untuk melaksanakan tugasnya. "terutama sekarang yang sedang melakukan pencegahan covid 19," ujarnya.

Sementara S sendiri dalam kesempatan itu juga menyatakan permohonan maaf dan mengakui perbuatannya serta tidak akan mengulanginya lagi.

"Saya memohon maaf atas kekhilafan saya yang telah membuat situasi TNI tidak nyaman. Oleh sebab itu saya sungguh- sungguh memohon maaf yang sebesar-besarnya pada institusi TNI di seluruh Indonesia. Saya berjanji tidak akan mengulangi kecerobohan saya ini," ucapnya.

Kabid PAD Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Klaten Riyan Wijaya dalam kesempatan itu mengatakan bahwa kasus tersebut dapat diselesaikan secara musyawarah. Kedepannya akan menjadi pembinaannya.

"Akan melakukan koordinasi dengan tim kepegawaian terkait kedisiplinan PNS," katanya.

Sebelumnya, empat oknum anggota TNI diduga menjadi komplotan pelaku pencurian kabel Telkom di Klaten. Mereka kini sempat diperiksa di Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/4 Surakarta.

Kabar tersebut awalnya tersebar di media sosial. Dikabarkan empat oknum TNI bersama sejumlah warga sipil melakukan pencurian kabel Telkom di Jalan Pemuda, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten pada Selasa (14/4/2020) dini hari.

Komandan Denpom IV/4 Surakarta, Letkol CPM Gunawan Setiadi membenarkan pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang anggota TNI terkait dugaan kasus tersebut.

"Benar di Denpom sedang ada pemeriksaan. Mereka saat ini kita tahan. Masih dalam pemeriksaan, belum diketahui mereka di sana perannya apa," kata Gunawan.

Mengenai asal satuannya, Gunawan belum membeberkannya. Namun dia membenarkan jika oknum tersebut bertugas di Jakarta.

"Satuannya dari Jakarta. Kita selidiki ngapain tentara di situ (lokasi kejadian di Klaten)," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00