Diawasi Ketat, Napi Asimilasi Lakukan Pelanggaran Dikembalikan ke Lapas

KBRN,Surakarta: Nara Pidana (Napi) yang sudah bebas Program Assimilasi di 3 daerah Sragen, Karanganyar dan Boyolalai tetap dalam pengawasan ketat dari Balai Pemasyarakatan Surakarta (BAPAS).

Para Napi atau Klien yang menjalani assimilasi harus menyertakan Surat Jaminan perjanjian tidak akan melarikan diri dan benar menjalani asssimilasi di rumah. "Surat itu juga ditanda-tangani Ketua RT, Ketua RW dan Lurah setempat," ungkap Kepala Bapas Surakarta Kristina Hambawani Senin (13/04/2020).

Kristina Hambawani mengatakan, narapidana yang menjalani assimilasi di rumah juga wajib absen klien.

"Mereka satu minggu sekali Klien harus absen atau wajib lapor menggunakan daring atau aplikasi Sistem Pelayanan Cepat Bapas (SIAP BARATA) bisa juga melalui Whatshapp, Video Call atau telpon manual," sambung Kristina.

Pihak Bapas juga melakukan koordinasi dengan Kesbangpol Kota Solo dan 3 Daerah Sragen, Karanganyar dan Boyolalai untuk meminta aparat setempat melakukan pengawasan. Selain itu juga berkoordinasi dengan Ketua RT, RW dan Lurah, agar napi berada di rumah apalagi dalam situasi covid 19 ini.  

Kepala Bapas Kristina Hambawani mengingatkan, jika ada napi atau klien assimilasi melakukan tindak pelanggaran kembali ataupun membuat onar di tengah-tengah masyarakat maka pihak Bapas akan mengembalikannya ke Rutan 

"Kita kembalikan ke Lapas tempat tahanan semula untuk menyelesaikan massa pidananya ditambah kasus baru," ujarnya.

Sementara Jumlah Klien BAPAS yang menjalaniassimilasi hingga senin 13 april ada 177 orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00