Berkah Corona, 76 Narapidana Lapas Klaten Dirumahkan

KBRN, Klaten: Pencegahan virus corona terus dilakukan pemerintah di semua lini termasuk di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Di Lapas Kelas dua B Klaten terdapat 76 narapidana dirumahkan melalui program asimilasi mulai berjalan dari tanggal 1 hingga 8 April 2020.

Kepala Seksi Pembinaan Pendidikan dan Kegiatan Kerja Lapas Klaten, Roni Asmoro menyampaikan, asismilasi diberikan kepada narapidana umum. Hal itu berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan HAM, Permenkum dan HAM nomor 10/ 2020 dan surat edaran Dirjen Pemasyarakatan tentang pelaksanaan asimilasi  karena adanya penaganan covid 19 .

"Ada 76 narapidana program asimilasi yang dimulai sejak tanggal 1 sampai 8 April 2020. Dalam rangka pencegahan persebaran covid 19," ungkap Roni Asmoro kepada wartawan Senin (6/4/2020).

Diharapakan mereka yang mendapatkan asimilasi itu melakukan isolasi dirumah dan tidak boleh bepergian. Mereka yang mendapatkan asimilasi dan ternyata ada pelanggaran maka keputusan itu akan dicabut kembali.

"Mereka juga telah mendatangani pernyataan untuk mentaati ketentuan agar tetap berada di rumah," tandasnya. 

Dikatakan narapidana yang mendpatkan asimilasi merupakan napi yang sudah menjalani setengah masa pidana pada tanggal 1 April dan dua per tiga masa hukumannya pada 31 Desember 2020. Mereka yang mendapatkan kesempatan ini diwajibkan sudah menjalani pembinaan enam bulan, dan berkelakuan baik.

Dikatakan asisilmasi dirumah itu dilakukan selain pencegahan persebaran covid 19 juga karena lapas tersebut sudah melebihi kapasitas. Sementara berdasarakn data di Klaten semula 345 dan setelah diurangai program asimilasi menjadi  267  dengan ideal kapsitas 144 orang.

Salah seorang praktisi hukum Klaten Joko Yunanto memberikan dukungan terhadap pemberian asimilasi itu. Pemerintah  dinilai bijak dalam kondisi pandemi Covid 19 yang dikawatirkan kondisi lapas yang yang tidak layak dan sehat sehingga perlu ada pengurangan.

"Saya sangat mendukung kebijakan pemerintah yang melakukan asimilasi khusunya yang  narapidana umum. Jika tetap berada di dalam kondisinya cukup rawan terhadap persebaran corona," kata Joko Yunanto. 

Menurutnya lapas yang tidak layak itu sangat rentan terhadap penyebaran virus corona. Sehingga perlu ada antisipasi sebelum ada korban yang menambah penderitaan masyarakat yang lebih parah lagi. Adam sutanto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00