Tuntut Pengembalian Kerugian, Puluhan Korban Investasi Abal-Abal Geruduk Mapolres Sragen

KBRN Surakarta: Puluhan korban penipuan dan investasi bodong oleh karyawan sales supervisor Dealer Nusantara Sakti Motor, Mustakim, Selasa (10/3/2020) siang menggeruduk Mapolres Sragen. Kedatangan mereka menuntut kepada pelaku agar mengembalikan uang korban.

Rupa-rupanya, aksi penipuan yang dijalankan oleh Mustakim, karyawan sales supervisor Dealer Nusantara Sakti Motor Sragen, ternyata tak hanya menggunakan modus promo pembelian motor saja. Belakangan, sejumlah konsumen juga mengaku kena tipu Mustakim lewat modus penanaman investasi. 

Kerugian yang diderita para konsumen dari modus investasi ini juga mencapai puluhan hingga ratusan juta. Bahkan nilai kerugian korban-korban investasi total ditaksir lebih dari Rp 2 miliar. 

Salah satunya dialami oleh Doni Wisnu Nugroho (30) konsumen asal Dukuh Ngamban RT 1, Gawan, Tanon, Sragen. Ia mengaku dua kali kena tipu oleh sales supervisor asal Desa Bendo, Sukodono, Sragen itu. 

"Yang pertama, tertipu pembelian enam unit motor dengan modus promo yang dipesan lewat Mustakim sejak 2018 dan 2019," ungkapnya.

Menurut Doni, enam motor yang sebenarnya telah dibayar cash lunas itu ternyata dialihkan kredit. Akhiu dirinya ditagih pihak dealer karena nunggak angsuran total sampai Rp 80 juta dari enam motor itu. 

Selain itu dirinya juga terkena tipu bermodus investasi yang dijalankan Mustakim sebesar Rp 250 juta, dengan jenis investasi motor juga di dealer tersebut. 

Koordinator para korban, Jadi (50) asal Bendo, Sukodono menyampaikan dari pendataan, ada sekitar 8 modus yang dijalankan oleh Mustakim. Selain promo iming-iming potongan harga jutaan dan hadiah kulkas dan sebagainya, terlapor Mustakim juga terindikasi melakukan penipuan investasi kepada ratusan korban.

“Ada yang kena Rp 50 juta, Rp 100 ada yang Rp 300 juta sampai lebih. Ini masih kita data dan klasifikasikan berapa jumlah korban, termasuk berapa yang kena investasi itu,” paparnya.

Jadi mengatakan, kedatangannya ke Mapolres Sragen untuk menuntut pelaku mengembalikan uang korban yang nilainya miliaran rupiah tesebut. "Ini kita ke sini untuk memastikan kesanggupan pelaku," tandasnya.

Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandi Cahya Priyambodo mengatakan, pelaku Mustakim telah menyerahkan diri setelah menjadi DPO beberapa pekan. Pelaku akan diproses secara hukum dan meminta kepada korban bersabar menunggu proses penyidikan. 

Pelaku mengaku yang sudah bekerja di NSS 10 tahun itu mengaku melakukan penipuan untuk membayar hutang. "Korban lebih dari 200 orang. Sementara yang laporan tiga. Kita proses dulu sabar ya masyarakat sabar," ujar Raphael.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00