Driver Taksi Online Dirampok, Korban Melawan Tapi Luka Tusuk dan Terkapar di RSUD Pandanarang

KBRN Boyolali: Seorang driver taksi online jadi korban percobaan perampokan, di jalan depan Balai Desa Salakan, Kecamatan Teras Minggu malam (8/3/2020). 

Kendatipun berhasil menyelamatkan kendaraan namun korban menderita sejumlah luka yang cukup serius pada tubuhnya. Bahkan sampai kini masih menjalani perawatan intensif di rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandanarang Boyolali.

Kasat Reskrim, AKP Mulyanto mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Rachmad Nur Hidayat membeberkan, kronologi kejadian perampokan ini berawal ketika pelaku yang bernama Paryanto, (33) memesan taksi online Gocar di depan RSUD Pandanarang Boyolali, Minggu malam sekira pukul 21.30 WIB

Pesanan warga Dukuh Sidan RT 02, RW 08, Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo melalui sebuah aplikasi itupun kemudian diterima Muryanto, (28) Warga Dukuh Tegaltemon, RT 08, RW 04, Desa Jemowo, Kecamatan Musuk kemudian menjemput pelaku. 

“Tujuan awal pelaku memesan taksi online ini awalnya ke sebuah tempat makan Omah Dewe di Desa Salakan, Kecamatan Teras. Namun, belum sampai ke lokasi yang dituju, di tengah jalan pelaku merubah tujuan perjalanan," jelas Kasatreskrim Senin (9/3/2020).

Lanjutnya, pelaku minta diantar ke depan Balai Desa Salakan, Kecamatan Teras. Sesampainya di depan balai desa, pelaku langsung mencekik leher korban dengan kabel data handphone.

“Saat itulah pelaku meminta barang-barang berharga milik korban. Namun korban berontak. Pelakupun kemudian menusuk perut korban dengan obeng,” kata Mulyanto. 

Beruntung korban bisa melarikan diri keluar dari mobil. Kunci kontak mobil Suzuki Ertiga Warna putih bernomor polisi AD 9175MM dibawa keluar korban. Dengan sisa-sisa tenaganya dan memegangi perut yang bersimpah darah korban berusaha teriak minta bantuan. 

"Warga sekitarpun berkerumun untuk memberi pertolongan pada korban. Warga langsung membawa korban kerumah sakit agar mendapat pertolongan,” kata Mulyanto.

Sedangkan pelaku juga melarikan diri. Namun tak lama kemudian, pelaku kembali datang kelokasi kejadian dengan mengendarai sepeda angin yang diambil dari salah satu rumah warga. 

Warga yang berkerumun dilokasi kejadian merasa curiga dengan pelaku yang sangat asing. Wargapun kemudian mengintrogasi pelaku tersebut.

“Pelaku dilokasi kejadian juga terlihat pucat. Tapi dia belum mengaku. Malah beralibi sebagai teman korban,” kata Mulyanto.

Wargapun kemudian membawa pelaku ke Polsek Teras. Setelah diintrogasi, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Pelaku juga berusaha melawan petugas.  

"Akhirnya pelaku kami lakukan tindakan terukur dengan tembak kakinya,” jelas Mulyanto.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 53 ayat 1 junto pasal 365 ayat 1 dan atau 351 ayat 1 KUHP. Tentang percobaan pencurian dengan kekerasan dan atau penganiayaan. Pelaku terancam hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Sementara itu, tersangka Paryanto alias Antok mengakui seluruh perbuatannya itu. Diapun merasa kasihan dengan kondisi korban. Sehingga dia terpaksa kembali kelokasi kejadian untuk melihat kondisi korban.

“Saya juga ga tau, kenapa ko ingin sekali kembali lagi ke lokasi itu. Padahal saya sudah agak jauh dari lokasi kejadian,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00