Kejari Sita BB Korupsi 2,016 Miliar Pembangunan Central OK RSUD Sragen

KBRN Sragen: Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen menyita barang bukti (BB) kasus korupsi pembangunan ruang operasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soehadi Prijonegoro Sragen. BB yang disita tersebut sejumlah uang Rp 2.016.766.740,-.

Kepala Kejari Sragen Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan, uang sejumlah itu diserahkan salah satu tersangka dari pihak ketiga RW pada Jumat (28/2/2020). Uang tersebut kemudian disita sebagai barang bukti korupsi dalam pembangunan ruang central OK (Operation Komer).

"Tersangka RW mengembalikan uang tersebut. Sehingga kami menyita uang ini dari tersangka RW untuk barang bukti kasus ini," ungkap Syarief Sulaeman Nahdi saat jumpa pers didampingi sejumlah Kasi di Kejari setempat, Rabu (4/3/2020).

Uang sejumlah Rp 2.016.766.740,- menurut Kajari merupakan hasil penghitungan tim ahli. Selanjutnya uang barang bukti kejahatan itu akan dikembalikan ke kas negara untuk pembangunan Pemkab Sragen.

"Ini proses penyidikan, kita lakukan penyitaan dan dilakukan pembuktian di persidangan. Kami akan melakukan tuntutan ke kas negara. Dalam hal ini Pemkab Sragen untuk kemakmuran rakyat Sragen," jelasnya.

Penyelamatan uang negara dari kasus korupsi di Wilayah Sragen ini tergolong terbesar kedua dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Sebelumnya Kejari Sragen juga berhasil menyelamatkan uang negara Rp 10,5 miliar dalam kasus korupsi Kasda (Kas Daerah).

"Ini yang bisa kami kerjakan. Kami menyelamatkan uang negara. Mudah mudahan hakim sependapat untuk dikembalikan ke kas negara," tandas Syarief.

Sebelumnya Mantan Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen Djoko (DS)  resmi ditahan Kejari Sragen bersama Nanang (NY) sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Rabu (12/2). Mereka menjadi tersangka kasus tersebut.

Selang dua pekan Kejari menahan tersangka lainnya Wahyu (RW) yang merupakan pihak ketiga atau penyedia barang. RW ditahan setelah menjalani pemeriksaan terkait dugaan korupsi pembuatan ruang operasi yang dianggarkan senilai Rp 8 Miliar tersebut.

"Kontruksi kasus ini menguntungkan pihak swasta, maka pembuktian di pihak swasta. Yang bersangkutan RW mengembalikan uang," sambung Syarief.

Semua kerugian negara lanjut Syarief sudah dikembalikan ke Negara. Sehingga dua tersangka lainnya tidak akan mengembalikan lagi. 

"Kerugian utuh maka tidak ada lagi yang mengembalikan. Nanti uang akan ditampung di rekening Kejaksaan RI, CQ Kejari Sragen."

Ketiga tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 undang undang Tipikor junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00