Kasus Jual Beli Tanah Makam Bong Mojo, Polresta Surakarta Tetapkan 2 Tersangka

Pers rilis kasus dugaan jual beli tanah makam bing mojo jebres

KBRN, Surakarta: Polresta Surakarta menetapkan 2 tersangka dalam kasus jual beli tanah pemerintah, makam Bong Mojo, di kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Sebagai informasi,lahan makam bong Mojo di kecamatan Jebres, Kota Surakarta merupakan lahan milik Pemerintah Kota Surakarta. 

Rencananya, pemkot Surakarta akan membangun pasar mebel Gilingan dan Garasi Bus Dishub Surakarta di atas tanah bersertifikat Hak Pakai (HP) 62 dan HP 71. 

Namun, saat proses peninjaun lokasi, ternyata pemkot Surakarta dalam hal ini Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperum) Kota Surakarta mendapati lahan HP 62 dan 71 ditempati bangunan liar. 

Bahkan, sebagian lahan yang ditempati bangunan liar diketahui sudah diperjual belikan. 

Berdasarkan hasil temuan tersebut Pemkot mengajukan laporan tindak pidana penjualan aset Pemerintah ke Polresta Surakarta. 

Kepada wartawan, saat pers rilis di Mako Polresta Surakarta, Wakapolresta Surakarta, AKBP Gatot Yulianto menjelaskan, penetapan tersangka dalam kasus tersebut didapat dari hasil gelar perkara yang dilakukan tim Satreskrim Polresta Surakarta. 

Sedikitnya, Satreskirm Polresta Surakarta telah melakukan 4 kali gelar perkara untuk menindaklanjuti laporan dari Disperum Kota Surakarta.

"Dari laporan informasi tersebut kita melakukan gelar perkara melakukan gelar perkara sebanyak 4 kali. Untuk gelar perkara pertama dan kedua kita melaksanakan perkara penyelidikan untuk menentukan arah penyelidikan, dan perkembangan hasil penyelidikan.  itu kita laksanakan pada tanggal 18 Juli sampai dengan tanggal 3 Agustus 2022," ungkap AKBP Gatot, Kamis (18/8/22). 

Lalu, lanjut Wakapolresta, di gelar perkara ke 4, pada tanggal 18 Agustus 2022, Polresta Surakarta menetapkan 2 tersangka berinisial S dan G warga Kota Surakarta.

"Mereka terbukti melakukan transaksi jual beli atas lahan HP 62 dan 71 seluas 15 hektar. Keuntungan masing-masing Tersangka dari hasil jual beli, untuk tersangka G sebesar 24 juta dan Tersangka S 8 juta," jelasnya. 

Wakapolres mengungkapkan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan tim Satreskrim Polresta Surakarta diantranya, foto copy legalisir SHP lahan 61 dan 71.

"Serta surat tanda bukti pembayaran atau kwitansi transaksi jual beli lahan makam bong mojo," katanya. 

Sementara itu, salah satu tersangka S mengaku, lahan yang dijual kepada salah seorang saksi berinisial SS merupakan hasil dari membeli kepada orang yang tidak dikenal pada tahun 2018 lalu. 

Kemudian, ditahun 2022, lahan yang sudah ia beli itu, dijual kepada salah satu saksi berinisial SS sebesar 8 juta 250 ribu rupiah. 

"Itu awalnya saya gak mau jual, tapi saat bersih-bersih, saksi SS itu datang menawar untuk beli lahan itu. Katanya gak punya rumah. Tapi pas mertua saya sakit, saya hubungi saksi SS itu untuk biaya berobat," katanya. 

Dikatakan S, uang tersebut ia anggap sebagai uang penganti tenaga bersih-bersih lahan dan ganti rugi pembagunan cakar ayam. Dan uang hasil tersebut digunakan untuk pengobatan orang tua. 

"Ya uang itu kan karena saya sudah bersih-bersih, sudah buat jalan, sama cakar ayam," jelasnya. 

Adapun terhadap kedua tersangka dijerat Pasal 385 Ke 1e KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. 

Tim Satreskrim Polresta Surakarta juga masih terus mengembangkan kasus jual beli lahan makam bong mojo, mengingat terdapat ratusan bangunan liar yang berdiri di atas lahan makam bong mojo, Jebres, Surakarta. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar