Tak Terima Dinasehati, Pemuda Sragen Ini Malah Habisi Ibunya Sendiri dengan Sadis

DP alias M warga Kampung Widoro, Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan Sragen, diamankan polisi. Pria 33 tahun itu diduga melakukan pembunuhan terhadap ibu kandungnya, Setyorini (53) alias SE.

KBRN, Sragen: Jajaran Sat Reskrim Polres Sragen, Jawa Tengah, mengungkap kasus anak melakukan pembunuhan terhadap ibu sendiri. Kasus ini bermula dari pelaku tak terima dinasehati korban. 

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama mengatakan, terduga pelaku DP alias M warga Kampung Widoro, Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan Sragen, diamankan polisi. Pria 33 tahun itu diduga melakukan pembunuhan terhadap ibu kandungnya, Setyorini (53) alias SE.

Dugaan pembunuhan tersebut terungkap setelah polisi membongkar makam korban pada Minggu (3/7/2022). Jenazah korban kemudian dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Berdasarkan hasil otopsi ditemukan ada luka lebam, memar bawah leher akibat benturan benda tumpul, sedikit luka pada plipis kanan dan luka di dada kanan.

"Pelaku mengakui dan menceritakan secara gamblang detik-detik apa yang sudah dilakukan pada ibu kandungnya sampai meninggal dunia," kata Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama dalam konferensi pers di Mapolres Sragen, Rabu (6/7/2022).

Pelaku mengaku pusing akibat pengaruh miras. Lalu meminta ibunya untuk membicarakan itu keesokan harinya. Lantas pada paginya ketika bangun tidur sekitar pukul 05.30, sang ibu kembali membahas soal pekerjaan.

Kemudian yang bersangkutan meledak emosinya, sehinga melakukan pemukulan pada ibunya. Pelaku nekat melakukan perbuatan keji terhadap ibu kandungnya sendiri sampai meninggal dunia. Dia diduga kesal setelah dinasehati dan disuruh mencari pekerjaan yang layak. Menurut dia korban tidak hanya sekali menyuruh pelaku mencari pekerjaan. 

"Mungkin karena sering diulang-ulang membuat pelaku kesal dan melakukan tindak pidana pembunuhan," tandas Kapolres.

Hasil pemeriksaan pelaku sengaja memukul kepala, dan dada, serta lengan tangan sampai ibunya jatuh. Meski sudah tak berdaya, pelaku masih membenturkan kepala korban tiga kali ke lantai. 

"Untuk mengaburkan kejahatannya, yang bersangkutan kemudian membuat skenario dia (korban) seolah terjatuh di kamar mandi. Sehingga yang bersangkutan menyiapkan ember. Mengisi ember dengan air. Kemudian di-setting diangkat ibunya seolah-olah terpeleset kepalanya masuk ke dalam ember," jelas Kapolres.

Kapolres menyampaikan penyebab dari kematian korban karena adanya pendarahan otak dan kehabisan napas. 

"Diduga saat itu tangannya (korban) masih gerak-gerak kepalanya dimasukkan dalam ember berisi air sehingga kehabisan napas," tambah dia.

Pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

 ”Atas perbuatan tersebut pelaku dijerat pasal pembunuhan 338 KUHP atau penganiayaan dengan pemberatan hingga meninggal dunia pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tandas Kapolres. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar