Merasa Dikhianati, Seorang Nasabah Asal Boyolali Mengadu ke Polisi

KBRN Boyolali : Seorang nasabah asal Sawit. Boyolali meminta pendapingan Hukum kasus dugaan penggelapan uang angsuran dan pemalsuan data oleh kepala kantor ULaMM di Klaten Kota dari PT  PNM Cabang Yogyakarta ke Lembaga Bantuan Hukum(LBH) Forum Merah Putih.

 Menurut keterangan Ketua LBH Forum Merah Putih, Sugeng Hariyanto, kasus tersebut bermula seorang nasabah Sawit. Boyolali bernama Waspodo menitipan uang angsuran sebesar Rp 2,7 juta terhadap kepala kantor ULaMM  di Klaten Kota dari PT PNM Cabang Yogkyakarta.

“Uang senilai Rp 2,7 juta tersebut untuk ditransferkan ke rekening inisial ST. Sebelumnya  Waspodo mendapat rayuan agar mentrasfer ke rekening pribadinya ST tersebut. Sementara ST tersebut dulunya kepala kantor di Klaten,” katanya kepada wartawan di Boyolali, Jumat(20/5/2022).

Setelah mendapatkan laporan dari kliennya terkait dugaan penggelapan uang angsuran dan pemalsuan data, pihaknya langsung melakukan somasi ke pihak PT  PNM Cabang Yogyakarta.

“Jadi klien kami ini merasa dirugikan atas PT PNM Cabang Yogyakarta yang berkantor di Klaten Kota tersebut. Kami tanyakan di Klaten hingga di kantor cabang yang di Yogyakarta, namun tidak ada jawaban yang pasti,” jelas Sugeng.

Dikatakan  setelah melakukan somasi di PNM Cabang Yogyakarta, dilanjutkan ke Mapolsek Banyudono, Boyolali. Namun, di Mapolsek tersebut mendapat tolakan terkait aduan kasus tersebut.

“Jadi kasus ini sudah kami bawa ke Mapolsek Banyudono kemudian ke Polres Boyolali. Namun, setiap kami lakukan konfirmasi jawaban belum tahu, jadi begitu terus jawabanya,” kata dia

Menurutnya, kasus seperti ini merupakan perkara yang special. Sebab, kasus tersebut menyangkut terkait perbankan bukan umum. Selain itu, PNM ULaMM ini merupakan lembaga keuangan non perbankan yang kelasnya nasional.

“Kami cukup menyayangkan, bahwa pelaku tersebut adalah kepala unit di kantor PNM Klaten Kota. Seoarang kepala unit bisa melakukan hal semacam ini,” papar dia.

Lanjut dia, terkait kasus tersebut, pihak LBH Merah Putih akan mencari data lain. Pasalnya, menurut informasi yang berkembang bahwa penggelapan ini korbannya tidak hanya satu nasabah.

“Ya, informasi yang kami dapat banyak nasabah yang merasa dirugikan. Namun, kami hanya biasa membuktikan satu orang. Dan yang lainnya belum mempunyai bukti yang kuat. Jadi ST ini menurut informasi juga melakukan hal yang sama sepertinya klien kami ini,” tandasnya.

Ia mengatakan, kasus tersebut harus dapat dituntaskan. Sebab, apabila tidak dituntaskan dikawatirkan kasus tersebut akan terulang kembali terhadap nasabah yang lainnya. Hal tersebut akan merugikan banyak orang.

“Kasus seperti ini bisa menjadi pembelajaran yang lainnya,” jelas dia.

Terkait kasus tersebut, LBH Merah Putih memberikan waktu selama dua pekan. Namun, apabila kasus tersebut tidak segera gelar perkara, maka kasus ini akan dibawa ke Mapolda JawaTengah(Jateng).

 “Kalau memang Polsek Banyudono ini mengabaikan kasus ini, maka kami langsung ke Polda Jateng. Kami deadline selama dua minggu,” kata dia.

Sementara itu, Waspodo mengaku,merasa dirugikan atas PT ULaMM di Klaten Kota Cabang PNM Cabang Yogyakarta tersebut.

“Saya mentrasfer ke ST selaku kepala unit Klaten Kota tersebut yang ada buktinya hanya Rp 2,7 juta, namun yang tidak ada buktinya nggak terhitung. Sekitar Rp 10 juta ada,” katanya. (kisno/ep)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar