Hampir 2 Tahun Kasus Pemerkosaan Siswi SD Dengan Terduga Guru Silat Mangkrak, Ada Intervensi?

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron Surakarta, Andar Beniala Lumbanraja (kiri) menunjukkan surat laporan dugaan kasus pemerkosaan terhadap Siswi SD di Sukodono Sragen.

KBRN, Sragen: Kasus dugaan pemerkosaan gadis berinisial W 10 tahun dari Kecamatan Sukodono, Sragen, terkatung-katung lebih dari 1 tahun tidak diproses Polres Sragen. Padahal proses penyidikan sudah berlangsung sejak Februari 2021. 

Kuat dugaan jajaran penyidik mandapatkan tekanan dan intervensi dari organisasi perguruan silat yang menaungi oknum pelaku. Diduga pelaku adalah salah satu pentolan Perguruan Silat di Sragen.

AKBP Peter Yanotama menyampaikan sampai sekarang jajarannya tidak mendapatkan tekanan atau intervensi apapun dari kelompok silat di Sragen. Pihaknya berusaha profesional dalam menangani kasus ini dan melihat fakta yang sebenarnya. 

"Saya menyampaikan sampai sekarang tidak mendapatkan tekanan tidak mendapatkan intervensi apapun. Dan saya baru tahu kalau ada hubungannya dengan kelompok silat kelompok A, B dan C. Kami berusaha profesional dan melihat fakta seperti apa," tandas mantan Kapolres Kebumen Jawa Tengah itu kepada wartawan, Rabu (18/5/2022)

Terkait informasi adanya intimidasi terhadap keluarga Korban yang dilakukan oknum terduga pelaku Kapolres mengaku belum mendapat informasi. Namun jika itu terjadi keluarga korban diminta melapor kepada penyidik.

"Saya belum dapat informasi. Berbagai informasi kalau ada intimidasi atau apa silahkan laporkan ke penyidik nanti ada proses yang dilakukan dan diperbuat oleh penyidik. Jangan ragu ragu," tandasnya.

Lanjut AKBP Peter, proses penyidikan kasus anak atau kelompok rentan memang ekstra hati-hati. Karena korban anak maka dibutuhkan tim psikologi sebagai pendamping.

"Rekan penyidik sudah paham kalau korban anak atau di bawah umur (kelompok rentan) harus didampingi psikologi. Jadi keterangan yang disampaikan itu harus didampingi psikologi. Untuk menilai kalau keterangan itu konsisten atau tidak," pungkasnya. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar