Dampak Masa Pandemi, Kasus Narkoba Di Solo Meningkat

ilustrasi penangkapan pelaku narkoba doc rri

KBRN, Surakarta: Kasus Penyalahgunaan Narkotika 2021 di Kota Surakarta mengalami kenaikan dibanding tahun 2020.

Satresnarkoba Polresta Surakarta mencatat, hingga akhir bulan November 2021 terdapat 142 kasus yang ditangani Polresta Surakarta, sementara di tahun 2020 dalam kurun waktu 1 tahun, hanya terdapat 137 kasus.

Dikonfirmasi RRI, Kanit 2 Satresnarkoba Polresta Surakarta Iptu Warseno mengatakan, kondisi pandemi covid 19 sedikit berpengaruh dalam kenaikan kasus penyalah gunaan narkotika di Kota Surakarta, meskipun bila dilihat secara nasional angka kasus penyalahgunaan narkoba di masa pandemi mengalami penurunan.

"Di data tahun 2020 dalam kurun waktu 1 tahun itu 137 kasus, dibanding tahun 2021 sudah melampaui di angka 142 kasus. Jadi sudah lebih 5 kasus, pandemi ini berpengaruh," ungkap Iptu Sugiyanto, Minggu (28/11/21).

Iptu Warseno menambahkan, dari 142 kasus yang ditangani Polresta Surakarta, terdapat 169 tersangka yang diamankan.mereka rata-rata didominasi ketegori usia produktif dari mulai usia 30 hingga 40 tahun.

"Diketahui di Surakarta ini kan mempunyai banyak tempat hiburan, mungkin mereka yang disasar ya rata-rata usia yang masih sering keluar malam, ketempat hiburan, itu otomatis pelaku yang usia produktif," jelasnya.

Lebih lanjut, Iptu Warseno menambahkan, dalam pemetaan Satresnarkoba Polresta Surakarta, wilayah tertinggi kasus penyalahgunaan narkoba di kota Surakarta berada di wilayah kecamatan Banjarsari.

Menurut Iptu Warseno, tingginya kasus di Banjarsari diakibatkan faktor geografis dan luas wilayah.

"Kalo kaitan dengan kenapa?, mungkin diliat dari letak geografis dan letak wilayah, untuk banjasari ini banyak tempat hiburan, kemudian wilayah juga lebih luas dibanding dengan kecamatan lain. Disana ada teminal stasiun dan kos-kosa,n ini salah satu faktor yang membuat tinggi dalam hal ini dibanding kecamatan lain," papar Ipti Warseno.

Iptu Warseno menambahkan, upaya preentif, preventif dan represif terus digalakan Polresta Surakarta dalam menanggulangi kasus penyalahgunaan narkoba.

Ia mencontohkan, dalam upaya pencegahaan, Polresta Surakarta menggandeng BNN untuk melakukan tes urin ke lokasi hiburan, instansi perkantoran, instansi pemerintahan, lapas, hingga wilayah intern kepolisisan.

"Betul, program tes urin ini kan juga dalam upaya pencegahan, sehingga kita laksankan secara berkala dan secara acak, kita dengan BNN juga sempat saling koordinasi," ungkapnya.

Iptu Warseno menghimbau kepada masyarakat agar menjahui narkoba lantaran memiliki efek domino negatif yang luas hingga dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

"Penyalahgunaan ini dampak luar biasa, kalau masih usia remaja atau pelajar kalo terkena akan bedampak luas, mungkin dari pendidikan jadi rusak, dari keluarga beban moral orang tua bahkan lingkungan, jadi dampak sangat domino besar sekali. jangan sampai coba-coba mendekat, prinsip hidup sehat tanpa narkoba," tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar