Kesal, Sering Parkir di Depan Rumah, Warga Sragen Ini Bakar Mobil Tetangganya

Tersangka AN dan Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi menunjukkan bangkai mobil Colt T 120 SS milik Khumaidi yang dibakar tersangka di Mapolres Sragen.

KBRN Sragen: Ahmad Nuryanto (AN) warga Sragen Etan kini harus meringkuk di rumah tahanan Mapolres Sragen, akibat tidak dapat mengendalikan emosi. Dia diduga membakar mobil tetangganya sendiri.

Peristiwa dugaan pembakaran mobil Mitsubishi Colt T 120 SS AD 8552 MA terjadi pada Sabtu 25 September 2021 dinihari di depan Masjid Kauman Sragen Wetan. 

Peristiwa itu bermula korban pemilik Mobil Khumaidi (60) warga RT 28 Kauman itu pergi ke Masjid untuk menunaikan shalat Subuh sekitar pukul 03.30 WIB. Korban yang merupakan PNS itu mendapati mobilnya sudah hangus terbakar. Korban kemudian melanjutkan shalat Subuh dan setelah selesai melaporkan kejadian itu kepada Polres Sragen.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto menyampaikan, berdasarkan rekaman cctv  kebakaran mobil di halaman masjid Kauman diduga ada unsur kesengajaan. Setelah melakukan penyelidikan Polres Sragen menetapkan seorang tersangka AN yang merupakan tetangga korban. 

Korban dengan sadar atas dasar sakit hati dan kesal dengan pemilik kendaraan, karena sering memarkir mobil di depan rumah tersangka.

"Pembakaran ini dilakukan oleh saudara AN dengan sadar atas dasar motif pribadi yang dilakukan oleh tersangka. Karena tersangka merasa sakit hati mengingat mobil yang selalu diparkir oleh pemilik atas nama Khumaidi selalu menghalangi rumah tersangka. Kemudian rangkaian peristiwa, sebelumnya karena sakit hati. Tersangka pernah dipinjami kendaraan bermotor tetapi rusak, ini dianggap tersangka sebagai penghinaan," jelas Kapolres dalam rilis perkara di Mapolres, Senin (27/9/2021).

Kapolres AKBP Yuswanto juga menegaskan, sebelum proses pembakaran tersangka sempat merusak kendaraan tersebut yakni memecah kaca dengan cangkul. Setelah itu tersangka AN menuangkan spertus dan membakarnya dengan korek api yang kini menjadi alat bukti.

"Tersangka kita jerat pasal 187 KUHP ayat 1, yaitu barang siapa yang membahayakan keamanan umum bagi orang atau barang yang menimbulkan kebakaran atau ledakan akan dipidana penjara maksimal 12 tahun. Peristiwa didepan masjid ini di muka umum maka dipastikan pasal 187 ayat 1 dapat diterapkan," tandasnya.

Kapolres mengatakan, kejadian pembakaran itu mengagetkan warga di sekitar Masjid Kauman yang akan melaksanakan shalat Subuh. Ardi mengatakan atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian materi sekitar Rp 35 juta. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00