Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Tertipu Ratusan Juta Malah Jadi Tersangka Memiliki Upal

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi menunjukkan uang palsu yang dimiliki tersangka S senilai Rp 9,9 juta.

KBRN, Sragen: Nasib apes dialami S (38), warga Desa Taraman RT 12 Kecamatan Sidoharjo, Sragen. Ibarat sudah jatuh masih tertimpa tangga.

S mengaku tertipu dukun penggandaan uang sekitar Rp 400 juta. Dia kini masih harus menanggung derita, berurusan dengan penegak hukum akibat memiliki uang palsu (upal) jutaan rupiah. S ditangkap saat sembunyi di salah satu hotel di Sragen pada pertengahan Agustus lalu.

Saat rilis perkara di Mapolres Sragen Kamis (23/9/2021) Kapolres AKBP Yuswanto Ardi mengungkap fakta baru.  Upal senilai Rp9,95 juta ternyata didapat dari seorang melalui jual beli online. 

"Jadi untuk mendapatkan upal sebanyak itu, tersangka rela membayar Rp1 juta kepada seorang berinisial I. Saat ini masih kita diselidiki," ungkap  AKBP Yuswanto Ardi kepada wartawan.

Sutrisno juga belum menggunakan uang palsu itu. Menurut rencana uang tersebut akan diberikan kepada salah seorang dukun penggandaan uang. Langkah itu ia lakukan sebagai balas dendam karena ia pernah menjadi korban dari dukun penggandaan uang. 

Walau sudah menyetor total uang asli Rp400 juta kepada beberapa dukun di luar Sragen, Sutrisno tidak pernah mendapatkan uang yang dijanjikan berlipat ganda.

“Jadi dia pernah tertipu oleh dukun penggandaan uang, lalu berniat balas dendam dengan menipu balik dukun penggandaan uang itu,” jelas Yuswanto Ardi.Kapolres menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka bermula dari pengembangan dugaan kasus pidana lain. Saat menggeledah rumah milik orang lain yang ditinggali tersangka, polisi menemukan sebuah koper warna hitam yang di dalamnya terdapat upal Rp9,95 juta. Polisi kemudian menangkap tersangka yang saat itu tengah bersembunyi di salah satu hotel di Sragen.

"Tersangka ditangkap berikut barang bukti (BB) berupa upal senilai Rp 9.950.000 yang tersimpan di koper," sambung Ardi.

Upal sebanyak itu terdiri atas pecahan seratusan ribu sebanyak Rp 4.500.000 dan pecahan Rp 50 ribu sebanyak 5.450.000. 

Terungkapnya kasus ini bermula saat polisi menerima laporan masyarakat tentang adanya upal yang dipakai untuk transaksi pembayaran di Desa Jirapan Kecamatan Masaran, Sragen, beberapa waktu lalu. Petugas Polsek Masaran dibantu Remob Polres Sragen kemudian melalukan penyelidikan. Hasilnya diketahui tersangka bersembunyi di hotel dan segera dilakukan penggrebekan.

"Hasil keterangan dari Bank Indonesia bahwa ini uang palsu. Yang bersangkutan dikenakan pasal 36 ayat 2 undang undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang, dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 M. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00