FOKUS: #PENANGANAN TEROR KKB

Warga Gotong Royong Perbaiki 12 Makam Cemoro Kembar yang Dirusak Anak-anak, Kapolresta : Ini Wujud Toleransi Wong Solo

Warga bersama Kapolresta Surakarta Kombespol Ade Safri Simanjuntak turut memperbaiki makam di TPU Cemoro Kembar Kelurahan Mojo Solo.

KBRN, Surakarta: Sejumlah lapisan masyarakat hari ini Rabu (23/06/2021) melakukan perbaikan 12 makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cemoro Kembar Kelurahan Mojo, Pasarkliwon, Solo. Perbaikan makam dilakukan bersama sama secara gotong royong setelah diduga dirusak oleh 10 anak siswa Khuttab (tempat pendidikan dasar agama) yang tak jauh dari TPU.

Perbaikan diikuti elemen masyarakat, dari unsur ormas dan TNI/Polri dipimpin langsung Kapolresta Surakarta Kombespol Ade Safri Simanjuntak. Segenap elemen masyarakat saling bahu-membahu melakukan perbaikan 12 makam yang dirusak tepat sepekan lalu. 

Kapolres Ade Safri menuturkan dengan kerja bakti ini makam yang rusak akan lebih cepat selesai. Mekipun dari pihak Kuttab sanggup menyelesaikan perbaikan selama seminggu. 

"Ini unsur masyarakat kelurahan (Mojo), dari Polresta dari Kodim 0735, dari Pemkot Surakarta dan Kemenag juga Banser. Inilah wujud masyarakat kota Surakarta yang guyub rukun dan bahu membahu serta toleran," kata Ade Safri di sela memimpin perbaikan makam.

Kerja bakti ini, lanjut Ade, merupakan contoh cerminan budaya wong Solo yang hidup rukun, damai dan memiliki toleransi yang tinggi. Pihaknya tak ingin anak-anak di Solo melakukan tindakan tak terpuji merusak pemakaman meskipun berbeda keyakinan.

"Walaupun kita bukan saudara seiman, namun yang perlu kita ingat, kita merupakan saudara sebangsa dan setanah air. Jadi jangan sampai hal seperti ini terulang kembali di Solo," tandasnya.

Sementara itu, Wildan Kepala Kuttab tempat para terduga pelaku memperdalam ilmu, mengatakan tidak ada pengasuh dari lembaganya yang mengarahkan para anak melakukan pengrusakan. Menurutnya tindakan itu murni perilaku anak-anak.

"Anak-anak ini bermain disana, mencari serangga, terus bunglon. Kemungkinan yang namanya anak-anak. Mereka bermain disitu sudah setahun belakangan, karena kita mengontrak disini sudah setahun terakhir juga. Jadi kemungkinan ini rusaknya lambat laun, tidak langsung hari itu," jelas dia.

Untuk diketahui 12 makam di TPU Cemoro Kembar Solo diduga dirusak sekitar 10 bocah siswa dari Khuttab yang tak jauh dari TKP, pada Rabu 16 Juni pukul 15.00 WIB. 

Lembaga pendidikan agama itu awalnya berada dikawasan Ngruki, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Namun pindah ke Kota Bengawan setahun yang lalu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00