FOKUS: #PENANGANAN TEROR KKB

Gibran Tegas Pengasuh Kuttab Diproses, Tempat Pendidikan Anak-anak Perusak Makam Ditutup

Ilustrasi foto, Walikota Surakarta Gibran Rakabuming melihat nisan makam yang dirusak oleh anak anak.

KBRN, Surakarta: Kasus pengrusakan makam di tempat pemakaman umum (TPU) Cemoro Kembar, Kampung Kenteng, Kelurahan Mojo Solo sudah menemui titik terang. Namun demikian Walikota Solo Gibran Rakabuming ingin kasus tersebut diusut tuntas, termasuk guru dan pengasuh anak anak yang merusak makam diperiksa. 

Informasi yang dihimpun, kedua belah pihak yakni pengelola Kuttab (Tempat Pendidikan Dasar Agama Islam) maupun kelurga yang dirugikan sudah dimediasi. Keduanya telah menerima keputusan dan akan dilakukan perbaikan nisan makam yang dirusak. 

Tetapi Pemkot Surakarta ingin memastikan bahwa kasus Intoleransi yang melibatkan anak-anak di bawah umur ini tidak terulang. Sementara sekolah atau lembaga pendidikan Kuttab diketahui belum mengantongi izin Kemenag Surakarta.Walikota Gibran Rakabuming menegaskan sudah menyerahkan kasus tersebut kepada Kepolisian. Meskipun kedua belah pihak telah dimediasi.

"Saya kembalikan ke pak Kapolres. Yang penting ahli waris sudah ketemu, dari pihak sekolah sudah bersedia mengganti yang baru. Tapi tidak berhenti di situ. Anak-anaknya seperti apa ke depan kan harus dibina. Guru-gurunya gimana. Itu kan harus diproses juga," jelas Gibran Rakabuming saat dijumpai di Balaikota, Selasa (22/6/2021). 

Gibran juga meminta pihak terkait menutup Lembaga pendidikan tersebut karena belum mengantongi izin Kemenag. Disisi lain pembelajaran saat ini masih daring, namun lembaga itu malah sudah melakukan PTM (Pembelajaran Tatap Muka).

"Sekolahnya apa sudah berizin, kok selama penutupan seperti ini dia bisa PTM. Izinnya seperti apa, yang lain tutup kok dia PTM. Dari prokesnya aja udah nggak tepat itu. Yang jelas itu sekolahnya harus ditutup," tandas Gibran.

Gibran menyebutkan bahwa lembaga pendidikan itu bukan asli dari Solo. Termasuk guru dan juga peserta didiknya. Gibran selain sekolah ditutup juga dilakukan pembinaan kepada puluhan anak-anak agar mengembalikan jiwa nasionalisme.

"Ya pasti kemarin sudah ditelusuri. Gurunya mereka pindahan dari mana. Mereka kan sebenarnya pindahan dari suatu tempat. Tapi Pak Kapolres lebih ngerti. Yang jelas sekolahnya harus ditutup anak-anaknya harus dibina, itu akan kami bina dan diluruskan mindsetnya. Banyak yang luar kota sebetulnya," beber Putra Sulung Presiden Jokowi itu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00