Rusak Rumah Warga, Polres Karanganyar Amankan 6 Tersangka

KBRN, Surakarta: Satreskrim Polres Karanganyar berhasil mengamankan 6 pelaku pengrusakan yang terjadi di Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, pada 18 Mei 2021 lalu, hingga menyebabkan 1 rumah warga rusak.

Selain itu, Tim Satreskrim Polres Karanganyar juga mengamankan seorang pelaku pengunggah sebuah gambar di media sosial yang menjadi penyebab terjadinya aksi pengrusakan.

Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Muchammad Syafi Maulla menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, kasus pengerusakan ini berawal saat para tersangka melihat postingan di salah satu media sosial yang menyinggung perguruan silat yang diikuti para tersangka.

"Mereka ini tidak terima, jadi para pelaku mencari DT alias D yang diduga memposting kalimat yang dianggap menghina perguruan silat mereka, hanya saja tidak berhasil ditemukan," jelas Wakapolres kepada wartawan saat jumpa pers di kantor Satreskrim Polres Karanganyar, Rabu (16/6/21).

Lanjut Wakapolres, sebenarnya, kasus tersebut sempat dimediasi oleh Polsek Mojogedang, namun karena tidak terima, para tersangka tetap mencari pelaku, hingga berakhir pengrusakan dan bahkan pengeroyokan terhadap salah satu warga.

"Orang yang diamankan ini, BS warga Mojogedang, S warga Mojogedang, R warga Mojogedang, E warga Mojogedang, serta E alias RK warga Karangpandan, DPI warga Mojogedang," ungkapnya.

Lanjut Wakapolres, barang bukti yang berhasil diamankan dari lokasi kejadian berupa batu, pecahan kaca rumah, serta motor warga yang dirusak tersangka.

"Untuk barang bukti pelaku pelanggar UU ITE yang diamankan berupa, handphone yang digunakan pelaku, print out percakapan dan screenshoot status pelaku," jelasnya.

Sementara itu, pelaku D mengaku, melakukan hal tersebut karena iseng, namun tidak memperkirakan dapat memicu tindak pidana pengrusakan.

"Saya cuman iseng-iseng, saya gak tau bisa berakibat seperti ini," ujarnya.

Adapun akibat perbuatan para tersangka pengrusakan dikenakan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dan perusakan yang dilakukan bersama-sama di depan umum dengan ancaman 5 tahun 6 bulan penjara.

Sedangkan tersangka DT dikenakan pasal, 45 A ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 UU13 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE) dengan ancaman 6 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00