FOKUS: #KUDETA MILITER MYANMAR

Buka Raker DPP Gema Rasa, Sekda Ahyani Sebut Solo Kota Ternyaman dan Toleran

Sekda Ahyani bersama Ketua DPP Gemarasa menunjukkan nota kesepahaman.

KBRN, Surakarta: Belakangan ini kecanggihan teknologi menjadi sarana kelompok tertentu untuk menggerakkan intoleransi. Oleh sebab itu masyarakat harus menggunakan teknologi digital seperti sosial media secara dewasa. 

"Karena gerakan radikalisme dan intoleransi saat ini sering berkembang di sosial media," Keta Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Ahyani, saat membuka Rapat Kerja I DPP Gerakan Masyarakat Anti Radikalisme dan Intoleransi Rasa (GEMA RASA), Minggu (7/3/2021) di Hotel Sahid Jaya.

“Banyak pihak yang menyalahgunakan media sosial untuk menyebarkan kebencian dan isu radikalisme. Kita harus memerangi radikalisme melalui pengetahuan yang kita miliki,” lanjut Ahyani.

Ahyani menyatakan bahwa Indonesia memilili semboyan Bhineka Tunggal Ika. Sehingga keberagaman harus diutamakan dengan toleransi antar masyarakat.

“Solo ini telah dinyatakan sebagai Kota Paling Nyaman untuk dihuni. Hal ini membuktikan toleransi telah berkembang dengan baik di Kota Solo. Kita harus sadar Indonesia memiliki keberagaman sehingga harus memiliki toleransi guna mencegah gerakan radikalisme dan intoleransi,” jelasnya.

Adapun Rapat Kerja I DPP Gerakan Masyarakat Anti Radikalisme dan Intoleransi Rasa (GEMA RASA), berlangsung di Hotel Sahid Jaya. 

Rapat Kerja I DPP Gema Rasa  dilaksanakan sehari dengan diikuti 50 peserta dan disertai penandatanganan nota kesepahaman bersama “Cegah Radikalisme dan Intoleransi Sara”.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00