Alfian,Warga Dalem Sawit Gantiwarno Klaten Perlu Uluran Tangan untuk Beli Tangan Palsu

KBRN, Klaten : Alfian Fahrul Nabila warga Delem Desa Sawit Kecamatan Gantiwarno Kabupaten Klaten harus mengikhlasnya kedua tangganya diamputasi. Kini Alfian yang duduk kelas tiga SMK Negeri di Klaten itu menanti uluran tangan dari masyarakat  untuk membeli tangan palsu.

Kepada wartawan saat ditemui di rumahnya Alfian mengaku sekitar satu tahun yang lalu dirinya sedang menjalani PKL bersama temannya  memasang tiang untuk wifi di wilayah Pesu Kecamatan Wedi. Tiang yang digunakan besi sepanjang kurang lebih empat  meter  yang dipasang diatas genting. 

Saat dilakukan pemasangan tiba-tba riang besi tersebut roboh dan menimpa kawat listrik sehingga bagian tubuhnya terbakar yang paling parah dibagian tangan.

"PKL mau pasang wifi di rumah panggilan itu lho. Kejadiannya mau menaikkan tiang untuk wifi, naik ke genting.pas menaikkan pipanya itu saya ga kuat terus roboh di kabel,"ungkap Alfian kepada wartawan Minggu (28/2/2021) di rumahnya Kampung Dalem Desa Sawit Kecamatan Gantiwarno Kabupaten Klaten. 

Setelah dirawat beberapa saat di Rumah Sakitnya karena kondisi kedua tanggan itu semakin membusuk sehingga jalan satu-satunya yang dilakukan  dengan mengamputasi kedua tangannya. Alfian mengaku saat mengetahui kondisi kedua tangannya akan diamputasi  sempat merasa syok tidak tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya.

 Namun kini, dia  mulai semangat untuk belajar mulai bangkit.Hal   tidak lain karena dorongan semangat dari  teman, guru, tetangga, keluarga  dan ibu tercinta.

Tri Ismani sang ibunda  terus mendoakan anak pertamanya tersebut  agar tetap semangat untuk meraih cita-citanya.

"Kowe kudu membanggakan ibu yo le kalau pas down ojo patah semangat yo le," katanya. 

Berbagai upaya dilakukan keluarga untuk membantu dan memberikan semangat kepada Alfian. Salah satunya mencari donasi  untuk membuat tangan palsu.

"Sudah ada yang menawarkan untuk donasi  tangan palsu. Saya ga tahun bocahnya penginnya seperti apa," tutur ibu Restu  yang merupakan tante Alfian. 

Meskipun kedua tngan diamputasi , namun kini kegiatan  terkait dengan pembelajaran sekolah sudah dapat dilakukan seperti halnya mengoperasikan laptop  komputer dan HP dengan menggunakan jari -jari kedua kakinya.

Putra dari pasangan Wagimin dan Tri Ismani terebut bercita-cita untuk dapat keuliah  di UNY Yogyakarta dan Universitas Diponegoro Semarang. (Adam Sutanto'Widha)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00