Merawat Harmoni Solo Tanggung Jawab Bersama, Butuh Kesamaan Persepsi

Caption Foto: Komandan Korem 074 Warastratama Surakarta Kolonel Inf Rano Tilaar saat berbicara di hadapan forum sarasehan merawat harmoni Solo di Sunan Hotel Solo, Senin (26/10/2020).

KBRN, Surakarta: Solo disebut sebagai kota yang seksi, unik dan kota pergerakan, sehingga seringkali menjadi panggung dalam berbagai kegiatan. Unjuk rasa aksi-aksi kemanusiaan bahkan aksi brutal sekalipun. 

Tak hanya warga Solo raya saja yang memanfaatkan Solo sebagai panggung, tak sedikit dari luar daerah bahkan dari ibu kota. Malah-malah Pilwalkot saja dilihat dari berbagai aspek serasa Pemilihan Presiden. 

Kondisi inilah yang terkadang dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab untuk merusak harmoni Solo. Hal ini terungkap dalam sarasehan merawat harmoni Solo yang berlangsung di Sunan hotel Solo, Senin (26/10/2020) Sore. 

"Karena solo ini sangat seksi. Perguruan silat di Madiun pentasnya di Solo. Apalagi Madiun Jakarta aja pingin pentas di Solo," ungkap Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Solo Anas Syahirul.

Dia mengaku kaget beberapa saat lalu ada sebuah lembaga yang melakukan survei dan menyatakan Solo sebagai kota ternyaman di Indonesia. Padahal kotanya padat, penduduknya banyak, bahkan luas wilayah hanya 44 KM persegi. Tetapi penilaian itu ternyata dari harmoni dan kemajemukan Solo. 

"Saya konfirmasi ke pak Wali kok bisa Solo jadi Kota ternyaman dia juga kaget. Ternyata kuncinya kita bisa merawat harmoni di kota ini. Kita merawat pluralitas, merawat kebhinekaan ini aset luar biasa," bebernya.

Pihaknya berharap pemimpin Solo kedepan punya program merawat harmoni Solo. Bahkan pihaknya mengusulkan kepada KPU agar materi ini menjadi bahan debat calon walikota dan wakil walikota Surakarta.

Saya saat dimintai belanja masalah oleh KPU saya sampaikan, bisa ndak nantinya pemimpin Solo ini punya program merawat harmoni," ucapnya. 

Kondisi Solo yang aman dan damai ini memantik oknum oknum untuk berbuat onar, salahsatu dengan menyebar hoax. Mereka menyebarkan informasi palsu hanya untuk membuat keamanan dan kenyamanan masyarakat terganggu. 

Seperti yang terjadi belum lama ini, penyebar hoax ingin menghitamkan Solo dengan menyebar informasi melalui potongan video lama dan foto. Hal ini disampaikan Komandan Korem 074 Warastratama Kolonel Inf Rano Tilaar dalam sarasehan merawat harmoni Solo. 

Danrem Rano Tilaar memastikan bahwa itu tidak akan terjadi,  kendatipun provokasi dilakukan. Kuncinya masyarakat tidak mudah menyebar informasi yang belum jelas kebenarannya. 

"Memang cukup membuat geger banyak yang konfirmasi saya termasuk media. Saya sampaikan tidak usah takut. Dan bahwa disinformasi dan provokasi adalah musuh kita bersama," tandasnya.

Humas Perkumpulan Masyarakat Surakarta PMS Sumartono Hadinoto menyampaikan, Solo sempat dikenal dengan Kota sumbu pendek. Seingat Sumartono tiga kali terjadi pergolakan di Kota Bengawan. Setidaknya 1998 dan 2000 yang membuat banyak orang kehilangan pekerjaan.

"Ribuan orang kehilangan pekerjaan, mata pencaharian. Yang punya toko dibakar 3-4 tahun dapat asuransi dibangun lagi," katanya.

Dengan kondisi Solo saat ini Sumartono mengajak, tentunya siapapun harus bisa merawat, menjaga kebhinekaan, perbedaan agar Solo tetap nyaman. 

Presidium Mafindo Niken Satyawati mengatakan, sarasehan ini mengajak elemen Solo Raya baik komunitas tokoh masyarakat, Pemerintah, aparat dan pegiat Medsos, untuk bersama-sama merawat Solo. Dibutuhkan forum sarasehan ini agar semua paham bahwa menjaga Solo ini lebih penting daripada isi konten yang provokatif dan menimbulkan keresahan.

 "Memang dibutuhkan forum untuk mengkomunikasikan melalui sarasehan. Bagaimanapun menjaga Solo ini tanggung jawab kita semua," katanya.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00