Kreatif! Remaja Kelas 2 SMP di Solo Berhasil Buat Obat Anti Nyamuk Herbal Dari Minyak Zaitun

KBRN, Surakarta: Bak seorang ilmuwan yang bekerja di sebuah laboratorium, Inas Belva Hartanto, remaja kelas 2 di salah satu SMP swasta di Kota Solo, dengan peralatan laboratorium mulai mencampur dua bahan pokok Obat Anti Nyamuk Herbal.

Peralatan dari mangkok kaca, pipet dan tabung kaca berukuran kecil, dimanfaatkan Belva meramu bahan alami minyak sere dan minyak zaitun menjadi kombinasi ramuan yang pas dioleskan ke tubuh untuk mengusir nyamuk.

Aksi Ibel, panggilan akrabnya dilandaskan pada banyaknya nyamuk di rumahnya di Jalan Veteran Perang Kemerdekaan, RT 4 RW 2 Jatimalang, Mojolaban Sukoharjo.

"Karena dirumah banyak nyamuk saya berinisiatif searching melalui internet untuk mencari bahan-bahan herbal yang  dapat digunakan untuk mengusir nyamuk tetapi tidak membahayakan manusia," jelasnya kepada RRI, Senin (12/10/20).

Putri pertama dari Rose Nirwana ini akhirnya menemukan kombinasi minyak sere dan minyak zaitun yang akhirnya terbukti ampuh mengusir nyamuk.

”Uji cobanya pertama dicampur-campur minyak sere sama minyak zaitun, ukurannya pertama minyak sere lebih banyak, minyak zaitun lebih sedikit, tetapi di kulit masih panas, terus dicampur lagi sampai nemu takaran yang tepat, kita coba udah ga panas, trus bisa ngusir nyamuk secara efektif dan akhirnya dikemas," ungkapnya.

Kegiatan yang dilakukan Ibel sangat didukung oleh orang tuanya, terbukti mereka juga membantu putri cantiknya mengemas dalam botol kecil yang representative dan mendaftarkan pula di Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan-BPOM.

"Standard kesehatan obat herbal anti nyamuk ini sudah dapat persetujuan dari Dinas Kesehatan dan tinggal menunggu dari BPOM aja," katanya.

Ibel berharap produk herbalnya bisa semakin dikenal masyarakat sebagai obar herbal anti nyamuk yang tidak membahayakan kesehatan manusia.

"Jualannya dari kerabat dulu, terus dari mulut ke mulut, sudah terjual 200 san botol obat herbal anti nyamuknya sejak awal produksi bulan Juli lalu," jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00