Viral Petik Edelweis Di Gunung Lawu, Pendaki Asal Jawa Timur Di-Blacklist Selama 5 Tahun

KBRN, Karanganyar: Seorang pelaku pemetik bunga edelweis di Gunung Lawu yang sempat viral di Media Sosial, akhirnya diganjar hukuman blacklist dari jalur pendakian di wilayah Kabupaten Karanganyar selama 5 Tahun.

Hukuman tersebut diberikan setelah pelaku yang diketahui seorang pendaki asal Jawa Timur itu, beritikad baik dengan berkunjung ke basecamp jalur pendakian Candi Cetho untuk menyampaikan permintaan maaf pada, Rabu (16/9/20) lalu.

Relawan Gunung Lawu Dian Dwi Saputro mengungkapkan, pelaku pemetik bunga yang tak lain seorang pendaki wanita itu, berkunjung ke bascampe jalur pendakian dengan didampingi orang tua, teman rombongan pendaki, serta perangkat desa.

Dalam kunjungan itu, pelaku meminta maaf sekaligus menjelaskan kronologi kejadian pengambilan bunga yang sempat viral di media sosial tersebut.

Dari pengakuan pelaku, kejadian itu dilakukan saat perjalanan turun dari pendakian Gunung lawu. Saati itu, Pelaku memberanikan diri untuk mengambil bunga edelweis lantara kondisi bunga sudah dalam keadaan patah dan dalam kondisi kering, Padahal pelaku juga sempat diperingatkan ketua rombongan untuk tidak mengambil bunga tersebut.

"Klarifikasinya itu, saat diambil, bunganya sudah patah dan kering, entah patah atau dipetik orang. tapi tetap dibawa,  itu seharusnya bisa klarifikasi di tempat, kalo memang tidak niat mengambil. Jadi tidak menjadi permaslaahan. Karena bunga tersebut dilindungi undang-undang," jelasnya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (17/9/20).

Meski begitu, Dwi mengungkapkan, lantaran sudah mengakui kesalahan dan melakukan etika baik, permasalahan tidak dilanjutkan ke jalur hukum, namun pelaku diberi sanksi fisik berupa push up 100 kali, serta di blacklist dari jalur pendakian Gunung Lawu, hal itu untuk memberi efek jera.

"Ini konsekwensinya harus ada efek jera, jadi supaya tidak terulang, dan tidak terjadi di gunung lain, hukuman fisik push up 100 kali, sama blacklist di Gunung Lawu, maksimal 5 tahun," jelasnya.

Dwi menambahkan pelaku juga diminta membuat surat permintaan maaf sebagai tanda bukti pernyataan bersalah.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Nardi menambahkan masa berlaku blacklist dari jalur pendakian Gunung Lawu selama 5 tahun.

"Ya kemarin sudah ada itikad baik dari pelaku dengan mendatangi base camp untuk menyatakan bersalah, juga sudah diputuskan di blacklist," bebernya.

Lanjut Nardi, pihaknya juga telah melaporkan penyelesaian masalah secara kekeluargaan tersebut kepada pihak perhutani.

"Sudah kita laporakan kemarin dengan pihak perhutani," ungkapnya.

Lanjut Nardi, kedepan, sebagai langkah antisipasi kejadian terulang, pihaknya akan memperketat pengecekan barang bawaan para pendaki serta memasang pemberitahuan larangan perusakan hutan.

"Ya nanti kita akan perketat pengecekan barang bawaan pendaki, sama kita pasang poster himbauan," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00