Unik! Sensasi Makan Mie Ayam Pakai Wajan Di Grogol Sukoharjo

KBRN, Karanganyar: Puluhan wajan tergeletak pada sebuah warung mie ayam di kampung Karang Baru, Sanggrahan Grogol Sukoharjo. Saat pertama melihat, orang pasti akan bertanya-tanya untuk menggoreng apa wajan sebanyak itu tersusun dengan rapi pada sebuah meja, apalagi melihat ukuran wajan yang hanya lebih besar sedikit dari mangkuk mie ayam.

Keheranan segera sirna dan munculah kekaguman akan kreatifias suami-istri Afian Eko Saputro dan Listiani yang menggunakan wajan-wajan tersebut sebagai tempat makan pengganti mangkuk mie ayam usahanya.

Meski baru sekitar dua minggu, mie wajan, begitulah slogan usahanya telah membuat banyak masyarakat penasaran untuk datang dan menikmati mie ayam di dalam wajan tersebut. Meski masih sangat prematur, keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras dan kreatifitas pasangan suami-istri tersebut.

"”Ide yang sebenarnya kita tahu postingan waktu ngiras di Jogja kok ada mie ayam wadahnya wajan, kalau di Solo kan belum ada, mungkin kita bisa coba di Solo, ayo kita usaha ini aja, ga pa pa, Bismilah Insya Alla laris, kita jual pake harga yang murah dan bumbu beda dari yang lain," ungkapnya kepada RRI, Senin (14/9/20).

Listiani, sang istri yang bekerja sebagai penjahit sempat mengungkapkan kebingungannya bagaimana di tengah pandemi ini, usaha Afian suaminya berjualan mainan harus terhenti karena semua tempat berjualan ditutup untuk menghindari penyebaran Covid 19. Padahal kehidupan mereka dengan 4 orang anak menjadi sangat sulit kalau hanya mengandalkan usahanya menjahit.

Berawal ketika melihat postingan temannya di Jogja saat makan mie ayam di dalam wajan, menggugah wanita 37 tahun ini beserta suaminya untuk mencoba usaha yang sama yang  memang belum pernah ada di kampungya.

"Kita jalani, kita lumpuk2 uang selama 3 bulan, upah jahit buat beli wajan, besoknya buat beli terpal, begitu seterusnya, kita bagi-bagi dulu ke tetangga dan saudara, ketika sudah mantap,baru kita jual,” jelasnya.

Menurut wanita berputra Afiani, Raid, Azzam dan Abyan ini, suaminya meski masih dalam masa pandemi sekarang sudah mempunyai penghasilan yang bisa diandalkan. Bahkan pekerjaan ini pun sekarang harus dibantu oleh beberapa orang agar bisa melayani banyaknya pembeli yang datang.

Listiani pun meski masih menjahit ikut pula membantu di bagian dapur. Dalam keseharian, Listiani mengaku buka siang hari sampai jam 8 malam, tetapi biasanya setelah maghrib, dagangannya sudah habis semua.

"Biasanya buka itu mulai siang, selesainya jam 8, tapi biasanya habis mabrib dagangan sudah habis," tandasnya. (desk: arga)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00