Pelihara Ikan Guppy jadi Trend Baru

Ilustrasi ikan guppy

KBRN, Surakarta : Kegiatan masyarakat ditengah pandemi covid-19 yang memaksa aktivitas di rumah, memunculkan hobi baru. Salah satu hobi yang sekarang disukai kalangan anak-anak muda memelihara ikan guppy. 

Ketua Komunitas guppy Solo, Angga Rustam Rinjaya menjelaskan, ikan guppy merupakan jenis ikan  genus pecilia.  Satu marga dengan ikan got atau cethul, namun memiliki strain warna menarik. Namun harganya beda jauh  sekitar Rp 25 ribu hingga jutaan rupiah satu pasang . Ikan tersebut mudah di kembang biakkan di air tawar pada dataran rendah yang memiliki suhu cenderung panas. Kini ikan tersebut mulai digemari warga untuk dikembangbiakkan di akuarium.  

" Bagi temen-temen yang ingin memelihara dengan benar banyak berkomunikasi di komunitas yang ada di lokasi masing-masing hampir setiap kota ada.  Berkembang komunitas dan kami selalu up grade pengetahuan dan kesepakatan untuk membuat tren ikan guppy. Tips paling gampang kenali kondisi air,” kata Angga Rustam kepada RRI,  Minggu (13/ 9/2020).

Lebih lanjut Angga Rustam Rinjaya menyampaikan, secara terintegrasi penggerak komunitas antar kota se Indonesia berusaha menciptakan trend baru berdasar Standart Asosiasi International melalui International Fancy Guppy Association dan World Guppy Association.

" Distribusi ikan guppy  sudah bisa dilakukan melalui jasa pengiriman baik dalam negeri maupan luar negeri," ungkapnya. 

Tak hanya menjadi piaraan, ikan guppy juga menjadi ajang kontes bagi penghobi. Salah satu anggota Komunitas guppy di Kota Solo, Muhammad Anglas Bayu Rendra mengaku, setelah melihat kontes Ikan guppy di Hartono Mall Solo dan mengikuti talk show tertarik untuk memelihara.

 “ Sebenarnya dari hobi dan mencari binatang apa sih yang mudah diternak tetapi tidak memikirkan kotorannya, yang pertama itu ikan. Saya sendiri bermain ikan guppy itu di tahun 2017 saya mendatangi kontes ikan guppy di Hartono Mall itu saya menjadi penonton saya mengikuti talk show dari situ saya tertarik,” kata Anglas Bayu. (Wiwid)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00