Suhu Tubuh Di Atas 37 Drajat, Pendaki Gunung Lawu Sempat Dikarantina 2 Jam

KBRN, Karanganyar: Selama masa penerapan tatanan kehidupan baru, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar tegas dalam penerapan protokoler kesehatan bagi para pendaki setelah jalur pendakian resmi dibuka.

Ketegasan tersebut dibuktikan dengan adanya salah satu pendaki yang sempat menjalani karantina di lokasi khusus yang disediakan pengelola jalur pendakian melalui candi cetho.

Koordinator lapangan bidang destinasi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga-Disparpora Karanganyar Nardi mengatakan salah satu pendaki asal sragen itu terpaksa dikarantina selama 2 jam sebelum diperbolehkan kembali melanjutkan pendakian. Hal itu disebabkan suhu tubuh pendaki tersebut melebihi 37 drajat celcius, atau lebih dari syarat protokoler kesehatan.

"Jadi di masa tatanan kehidupan baru, kami menyediakan tempat karantina khusus, itu bekas basecamp, dan selama buka kemarin, ada 1 pendaki itu waktu pengecekan suhu tubuh, diatas 37 drajat celcius, jadi kita karantina 2 jam," jelas Nardi kepada RRI, Senin (29/6/20).

Dikatakan Nardi, selama menjalani karantina, pendaki dicek suhu tubuhnya sebanyak 3 kali, dengan awal suhu tubuh mencapai 37,8 drajat, kemudian pengecekan ke dua 37,5 drajat, dan di akhir pengecekan suhu mulai turun menjadi 35,9 drajat celcius.

"Kita cek terus, 3 kali, jadi setelah 2 jam suhu tubuhnya sudah dibawah 37 drajat,suhu tubuh sudah normal, pendaki kembali diperbolehkan lanjutkan perjalanan pendakuan gunung lawu," bebernya.

Nardi menambahkan, syarat kesehatan tersebut mutlak harus dipenuhi para pendaki guna mencegah adanya potensi penuralan virus covid-19."Ya kita sudah sesudai protokoler, itu wajib untuk pendaki," imbuhnya.

Lebih lanjut Nardi mengatakan, selain syarat suhu tubuh, para pendaki juga wajib menerapkan protokole kesehatan lainnya, diataranya membawa masker cadangan selama melakukan pendakian, hand senitizer, serta dilarang bergabung dengan rombongan lain.

"Semenjak buka kemarin, pendaki itu harus menerapkan protokoler sesuai yang ditentukan dinas, seperti membawa masker cadangan, handsenitizer, sama tidak boleh gabung dengan rombongan lain," ungkapnya.

Disamping itu, Nardi menambahkan pihaknya juga telah memberlakukan pembatasan jumlah daya tampung bascamp pendakian hingga 50 persen, meskipun jumlah bascamb menjadi bertambah sebanyak 7 basecamp.

"Kita juga batasi jumlah tampungan basecamp, saya sudah koordinasi dengan pemilik basecamp, jadi ya yang biasanya 50 jadi cuman 30an, iya tambah jumlah jadi 7 basecamp," bebernya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00