Deretan Pohon Natal Unik di Kota Solo, Mulai dari Bulir Padi Sampai Sedotan Bambu

KBRN, Surakarta: Sejumlah hotel di Kota Solo bersaing menciptakan kreasi pernak pernik Natal. Seperti pohon natal dari berbagai barang bekas , termasuk bulir padi serta enceng gondok. Selain itu ada castle natal atau rumah santa claus terbuat dari kue sempe dan opak angin.

Pantauan RRI, Jumat (13/12/2019) di berbagai hotel Kota Bengawan sudah menyiapkan pernak pernik Natal salah. Satunya pohon natal yang biasa ditemukan di mall atau pusat perbelanjaan serta hotel.

Di Kusuma Sahid Prince Hotel menghadirkan pohon natal dari padi setinggi 2 meter. Pohon natal itu dibuat dengan menghabiskan padi 150 kg.

Sementara itu di Royal Heritage menghadirkan pohon natal dari enceng gondok setinggi 3 meter. Pembuatan kreasi ini juga menghabiskan sekitar 36 kilogram enceng gondog. Serta di Novotel pohon natal dari sedotan bambu dan di Ibis Hotel dari koran bekas yang semuanya setinggi 3 meter.

Sedangkan di Sunan Hotel Solo menyemarakkan natal dengan kreasi unik berupa Christmas Castle dari bahan kue Sempe dan Opak Angin. Excecutive Sous Chef Budi Prasetyo, mengungkapkan, dengan memilih menciptakan cantle dari sempe dan opak ini karena mengangkat makanan tradisional Kota Solo.

Dia menilai selama ini keberadaannya masih jarang ditemui. Selain itu, opak angin itu yang terbuat dari beras ketan yang tidak digiling dan dicampur dengan sedikit gula yang disusun menggunakan coklat jug khas.

“Ini kita pilih makanan tradisional seperti opak angin itu terbuat dari beras ketan yang tidak digiling dan dicampur dengan sedikit gula yang disusun menggunakan coklat,” jelasnya.

Adapun castle dari opak dan sempe itu merupakan tempat santa clous tinggal sebelum malam natal untuk berkeliling dunia membagikan hadiah. Adapun diameter castle itu 200 cm dan tingginya 180 cm. “Pembuatan ini menghabiskan bahan kue sempe dan opak angin sekitar 5 kilogram yang dikerjakan oleh tim leader Executive Sous Chef Budi Prasetyo waktu selama 5 hari.”

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00