Berangkat Dari Buruh Proyek, Surono Beralih Jadi Pengarin Limbah Kayu

KBRN, Surakarta: Saat di sekitar tahun 2000, proyek pengaspalan jalan dari PT tempat dimana Surono Sulistyo bekerja sebagai supir sepi, munculah ide dari dirinya untuk membuat sepeda yang mayoritas bahannya dari kayu.

Keinginan untuk mengotak-atik membuat sepeda dari kayu ini sebagai bagian dari Sulis sapaan akrabnya untuk mengisi waktu agar pikirannya tidak kosong saat tidak ada pekerjaan di PT tempat di bekerja.

Pria yang sekarang berusia 67 tahun ini pun hanya menggunakan limbah kayu atau kayu-kayu yang sudah tidak terpakai lagi dari perusahaan kayu di dekat tempat tinggalnya di Kampung Cangkremalan, RW 8 RT 1 Kelurahan Blulukan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar.

”Ya karena modal ya, terpancang modal, beli cari bahan, sekarang kayunya harus beli, dulu limbah kayu masih banyak, jadi terpaksa beli kayu berbagai ukuran, baru bisa kita kerjakan,” ungkapnya kepada RRI, Rabu (29/6/22).

Sepeda unik dari kayu buatan pria dengan empat orang anak yang semuanya sudah berkeluarga ini sempat dibeli oleh seseorang dari Semarang dengan harga tiga setengah juta rupiah.

"Saya cuma ingin sepeda unik dari kayu karya saya ini bisa terus dihargai orang, tapi masih belum terwujud karena terkendala masalah dana," bebernya.

Setelah berhasil membuat sepeda dari kayu, kakek dengan tiga orang cucu ini kemudian membongkar beberapa bodi sepeda motor lawasnya dan menggantinya dengan kayu pula. Sepeda motornya pun berubah menjadi sepeda motor yang unik yang mayoritas bodinya dibalut dengan kayu.

"Saya siap menerima pesanan apabila ada orang yang pingindibuatkan sepeda kayu ataupun sepeda motor dibalut dengan kayu untuk menimbulkan efek seni dan unik," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar