Kisah H.Khamdani Terus Pidato Sambut dan Lepas Jemaah Haji, Sebulan Tak Pulang sampai Diprotes Anak

Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan PPIH Embarkasi Solo H. Khamdani, S.Ag, M.M

KBRN, Boyolali: Menjadi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi tak sembarang orang diberikan amanah, lantaran ini bukan pekerjaan biasa. Dibutuhkan fisik yang kuat, kesabaran dan keikhlasan untuk dapat melayani duyufurrahman (para tamu Allah). 

Seperti yang dilakukan H Khamdani yang dipercaya sebagai Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan PPIH Embarkasi Solo. 

Dijumpai di sela kesibukannya pegawai Kakanwil Kemenag Jawa Tengah mengaku sejak 2015 dipercaya melayani para tamu Allah di Embarkasi di bidang Penerimaan dan Pemberangkatan. Setiap ada kloter yang datang Khamdani selalu menyambut dan menerima jemaah dalam seremonial serah terima jemaah haji dari daerah. 

"Karena bagaimanapun jemaah haji ini adalah para tamu Allah juga tamu negara jadi menjadi kewajiban kita di Kemenag untuk memberi pelayanan yang sebaik mungkin sehingga Jemaah kita antar dalam keadaan ceria maka bagaimana untuk itu kita memberikan pelayanan yang prima," ungkap Khamdani akhir pekan lalu.

Pidato 10-15 menit selalu dilakukan saat menerima rombongan. Begitu pula saat jemaah diberangkatkan dari Asrama Haji Donohudan Boyolali menuju Bandara Adi Soemarmo, dirinya juga melepas dengan sambutan dan memberikan pembekalan terakhir. Dia tidak merasa bosan dengan pekerjaan ini, karena ini amanah dan tugas negara. 

"Ya jangan bosan, ini pelayanan kok. Ini pembekalan terakhir bagi jemaah sebelum mereka berangkat ke tanah suci. Harus selalu kita ingatkan kekompakan dan kebersamaan," bapak dua anak itu.

Pekerjaan yang dijalani warga Semarang ini bukan perkara mudah. Dirinya sudah pasti tidak pulang bertemu dua orang anak dan istrinya. 

Suami dari Zulaikha itu mengaku selama bertugas di Embarkasi Solo ketika menjadi PPIH sejak 2015, sebelum pekerjaan selesai dia tidak akan pulang ke Tayu Wetan Semarang. Protes keras dari buah hatinya memang sering diterima, tetapi amanah harus dijalankan.

"Di Semarang Tayu Wetan jarang pulang. Gimana lagi sudah kita niati dan di rumah kita sampaikan kita tidak akan pulan selama satu bulan kami akan memberikan pelayanan Jemaah haji. Kalau komunikasi lewat media kan gampang canggih. Anak sempat ngeluh karena mereka kurang interaksi, kita gak pernah pulang maka saya berikan pengertian ini tugas pelayanan. Insya Allah kalau pelayanan bagus juga berdampak kepada anak anak dalam belajar dan menuntut ilmu," beber dia.

Ketekunan dan keikhlasan Pria kelahiran Semarang 6 Mei 1973 itu terbayar manis, dia dimudahkan dalam menjalankan rukun Islam yang ke lima. Khamdani mengaku sudah tiga kali menunaikan ibadah haji sebagai seorang petugas pembimbing Jemaah. 

Tak hanya itu ia mengungkapkan banyak jemaah yang baik padanya, bahkan ketika pulang berhaji ada yang sampai berkunjung ke rumah untuk sekadar mengucap terima kasih atas pelayanan yang diberikan. 

"Sampai ada yang nangis mengucap terima kasih. Atas bimbingan pelayanan yang kita berikan. Ada yang ke rumah silaturahmi. Ini jadi kebanggaan kita dalam melayani tamu Allah dan tamu negara," pungkasnya. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar