Ikadi Klaten Bertekad Menjadi Ormas Perekat Umat

KBRN, Klaten: Ketua Umum  Pengurus Daerah (PD) Ikatan Dai Indonesia Ikadi Klaten Amin Mustofa mengingatkan agar seluruh kader dakwah yang dipimpinnya  meneguhkan diri menjadi organisasi masyarakat (ormas) perekat umat dan bangsa. Melalui gerakan dakwah yang rahmatan lil alamin, para kader Ikadi Klaten diharapkan menjadi dai yang menebarkan kebaikan dalam bingkai Negara Kesatuan republik Indonesia.

Pesan itu disampaikan dihadapan 35 pengurus daerah dan seluruh pengurus anak cabang kecamatan se - Kabupaten Klaten di acara Silaturakhim Keluarga Besar Ikadi Pra Musda di Bale Tirta Resto Ponggok, Polanharjo, Klaten (Minggu , 25/06/21).

“Dai Ikadi itu tidak hanya pandai berkotbah, tapi yang lebih penting menjadi elemen negara untuk menjaga keutuhan umat. Maka visi Ikadi menjadikan ormas perekat umat dan bangsa melalui dakwah yang rahmatan lil alamin dalam bingkai NKRI. Itu harus dimaknai betul dalam aktifitas dakwah” tegas Amin Mustofa.

Terrkait program terdekat Amin Mutofa menerangkan kalau Ikadi segera menggelar musyawarah daerah (Musda). Kegiatan  dimaksud untuk meningkatkan kualitas kelembagaan dan kegiatan Ikadi Klaten agar lebih memasyarakat.

“Tiap tahun Ikadi membuatkan buku panduan ceramah dalam buku yang berjudul Kurma Nabi sebagai materi ramadhan bagi masyarakat. Kami juga juga bekerjasama dengan RSPD Klaten dalam kajian-kajian rutin dan juga pelatihan dai. Ada juga kegiatan bakti sosial sampai kajian online di masa pandemi. Ikadi juga mengirimkan kader-kader dai untuk ratusam kajian rutin masyarakat sampai memenuhi kebutuhan iman dan khotib sholat idul fitri dan Idul Adha. Target kami menjelang Musda adalah seluruh pengurus cabang Ikadi di 26 kecamatan bisa terbentuk” terang Amin.

Ustad Mugni Winarso selaku Pengurus Daerah Ikadi Provinsi Jawa Tengah saat memberikan ceramah di acara yang sama menegaskan agar para kader Ikadi bijak dalam berdakwah. 

“Menjadi dai itu profesi yang mulia, tidak kalah dengan pejabat karena mengurusi umat.  Pahala bagi seorang dai itu mengalir biar pun pelakunya sudah meninggal dunia sehingga menjadi amal jariyah. Sesuai visi Ikadi, maka dakwah itu sifatnya mengajak bukan mengejek, merangkul tidak memukul, membina bukan menghina. Peran itu yang harus bisa dimainkan seluruh dai Ikadi dalam berdakwah” pungkas Mughni. Adam Sutanto/ARGA

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar