Gelar Pameran Usada, Monumen Pers Nasional Ajak Kembali ke Ramuan Jamu Tradisional

Pameran jamu Nusantara di monumen pers nasional.

KBRN, Surakarta: Monumen Pers Nasional Surakarta menyelenggarakan Pameran Usada, Seni Penyembuhan Tradisional Indonesia, Senin (23/5/2022). Pameran yang digelar hingga 31 Mei 2022 ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Hari Museum Internasional.

Di dalam aula Monumen Pers, ditampilkan berbagai jenis tanaman jamu, seperti kayu manis, sereh, jahe, pala, hingga temu lawak. Ditampilkan pula sejarah jamu yang ada di nusantara, serta pengunjung disuguhi racikan jamu untuk diminum.

Kepala Monumen Pers Nasional, Widodo Hastjaryo menyampaikan melalui Pameran Usada, Seni Penyembuhan Tradisional Indonesia ini, Monumen Pers Nasional ingin mengajak para pengunjung untuk memahami perjalanan dan perkembangan Usada atau Jamu yang merupakan Warisan Budaya Tak Benda milik Indonesia.

"Ini bisa dinikmati oleh masyarakat, dan ini semua free gratis. Kenapa kok jamu, mungkin bukan dilihat dari pers dengan jamu. Tetapi perjalanan dari jamu khususnya dari solo dan Wonogiri itu perjalanannya tersimpan dan ada artefak dan bukti sejarahnya tersimpan di pemerintahan itu sendiri," jelas Widodo.

Selain itu, pameran ini dapat menjadi obat bagi masyarakat dan sahabat museum untuk mengunjungi kembali pameran di museum secara langsung. Mengingat pemerintah telah melakukan pelonggaran-pelonggaran terhadap aktivitas masyarakat. 

"Apapun kegiatan yang dilakukan semoga bisa bermanfaat bagi kita semua dan seminggu kedepan ini gratis ada forum dialognya forum diskusi bagaimana sejarah jamu," ungkapnya.

Sementara, Kepala Biro Kepegawaian dan Organidasi Kominfo, Imam Suwandi menyampaikan jika jamu memiliki sejarah panjang, dan sejarahnya terdokumentasi dengan baik di Monumen Pers Nasional. Sehingga dengan tersimpannya sejarah jamu di nusantara ini, akan menjadi salah satu semangat untuk meningkatkan industri jamu. Sebab di Solo Raya merupakan pusat produsen jamu, terlebih di Wonogiri terdapat pasar yang menjual berbagai macam racikan jamu.

"Jamu ini memang punya sejarah panjang dan sejarahnya secara terdokumentasi di monumen press ini dan dokumentasi yang ada menjadi salah satu semangat kita untuk meningkatkan industri jamu. Karena kebetulan kalau daerah solo raya ini kan pusatnya jamu," terangnya.

Imam berharap dengan adanya pengelolaan jamu yang semakin baik, dapat menembus pasar export. Sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di Solo Raya.

"Dengan adanya pengelolaan yang semakin baik kedepannya jamu menjadi salah satu produk ekspor yang nantinya secara ekonomi nasional bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan berkembang dari daerah Solo Raya," jelasnya.

Selain pameran, Monumen Pers Nasional juga menyelenggarakan kegiatan Webinar Konservasi dengan tema Penggunaan Bahan Alam Dalam Konservasi Koleksi. Sedangkan pada Selasa (24/5/2022) akan dilanjutkan dengan kegiatan Workshop Kuratorial bertema Digitalisasi Koleksi Museum. (Ase)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar