Yayasan Kakak Gelar Kampanye Sehat Dengan Car Free Day Tanpa Asap Rokok

Yayasan Kakak Gelar Kampanye Sehat Dengan Car Free Day Tanpa Asap Rokok.

KBRN, Surakarta: Setelah 2 tahun vakum karena pandemi, Car Free Day (CFD) di Kota Surakarta kembali dibuka pada tanggal 15 Mei 2022. CFD diharapkan menjadi sarana olahraga dan rekreasi. Hari dimana yang menjadi ajang bebas kendaraan bermotor yang berlansung selama kurang lebih 4 jam ini sudah mendapatkan tempat di hati masyarakat. 

Pemkot Surakarta memang merancang CFD Jalan Slamet Riyadi untuk berbagai keperluan. Sebagai lokasi olahraga, ajang interaksi warga, hingga tempat kegiatan seni budaya. Intinya, kegiatan tersebut selaras dengan tujuan utama CFD, yakni kampanye pengurangan emisi gas buang dari asap kendaraan.

Pelaksanaan CFD tanggal 15/5/2022 sebagai awal setelah pendemi mendapatkan antusias di masyarakat. Evaluasi terhadap pelaksanaan awal CFD yang dilakukan pemerintah Kota Surakarta diantaranya adalah persoalan rokok dan masker. Seperti yang disampaikan oleh Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, masalah rokok dan masker masih menjadi persoalan di Kota Surakarta.

Direktur Yayasan KAKAK, Shoim Sahriyati menyampaikan CFD merupakan sarana untuk rekreasi keluarga. Dimana mereka membawa anak, bahwa bayi untuk jalan-jalan berolahraga, menikmati jalan Kota Surakarta. Dengan harapan bebas dari asap motor.

"Jangan sampai dikotori oleh cemaran asap yang lain. Masyarakat berhak untuk mendapatkan udara bersih saat berkegiatan di CFD. Karena itu penting untuk memberikan edukasi dan mengajak masyarakat untuk CFD bebas asap rokok," jelas Shoim, Minggu (22/5/2022).

Sementara Kepala Satpol PP Kota Surakarta, Arif Dharmawan terus melakukan edukasi ke masyarakat. Serta ajakan untuk CFD tanpa asap rokok menjadi hal yang urgen untuk dilakukan secara menerus. Pihaknya juga melakukan kolaborasi masyarakat dan pemerintah Kota Surakarta, untuk mendindaklanjuti arahan Walikota tentang rokok dan masker. Sehingga dirasa penting untuk kampanye CFD bebas asap rokok.

"Bila ada yang merokok akan diminta untuk mematikan dan yang tidak bermasker akan diberikan masker. Keberhasilan untuk mewujudkan CFD bebas asap rokok membutuhkan dukungan dan pastisipasi aktif masyarakat yang terganggu asap rokok sehingga akan lebih mudah mewujudkannya,” jelas Arif.

Yayasan KAKAK sangat mengapresiasi dan mendukung komitmen Walikota Surakarta untuk menciptakan CFD yang bebas asap rokok. (Ase)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar