FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Tonton Yuk, Film Aksi Pendek “Jagoan PL”

Suasana pengambilan gambar Film Pendek Jagoan PL.

KBRN, Surakarta : Mengapresiasi Hari Anak Nasional, SD Pangudi Luhur St. Timotius Surakarta  memproduksi sebuah film action pendek yang dipersembahkan spesial untuk membahagiakan anak - anak.

Film dengan judul “Jagoan PL” ini, menceritakan perjuangan kumpulan tokoh super hero yang membasmi kejahatan di dunia.

Kejahatan ini digambarkan 2 tokoh jahat yaitu Tobi dan Deidara Akatsuki (sosok antagonis dalam serial Naruto) yang membangunkan kembali Coronaman yang ratusan tahun telah dimatisurikan para dewa karena menebar kejahatan.

Ketiga tokoh ini mengawali teror ke dunia dengan menyebarkan penyakit serta menghancurkan sektor pendidikan. Akibatnya anak-anak tidak bisa bersekolah lagi sehingga generasi penerus akan mengalami kemunduran dan dijadikan budak mereka. 

"Namun kejahatan ini bisa dihentikan oleh kelompok super hero  (Naruto, Sasuke, Sakura, Hanabi, Nabuto Camen Rider, dan Gatotkaca). Mereka menumpas Coronaman dengan melakukan kegiatan berdiam diri di rumah dan menjaga kesehatan sehingga kekuatan Coronaman ini melemah, dan kemudian menyerangnya, " jelas Kepala Sekolah SD PL St Timotius Surakarta Marsono Adi dalam siaran pers yang diterima RRI, Jumat (23/7/2021).

Pembuatan film ini bekerja sama dengan komunitas Japanholic Solo Raya. Kegiatan pengambilan gambar dilaksanakan pada hari Minggu (18/7), di SD Pangudi Luhur dengan protokol kesehatan yang ketat. 

"Tujuan dari pembuatan film ini sebagai sarana edukasi dan hiburan untuk anak-anak seluruh Indonesia agar mereka semakin sadar bahwa corona ini sungguh bencana yang nyata namun bisa kita lawan bersama dengan selalu menggunakan masker, menjaga kebersihan diri, dan kebersihan hati," kata Marsono Adi lebih lanjut.

Film  berdurasi pendek "Jagoan PL" akan dirilis tepat pada perayaan Hari Anak Nasional Jumat, 23 Juli 2021 pukul 12.00 WIB. Di channel YouTube sekolah : SD Pangudi Luhur I & II.

Harapannya  film ini bisa disaksikan dan menginspirasi anak seluruh Indonesia agar tetap bahagia dan bersemangat untuk belajar dari rumah dulu. Selain itu juga sebagai trigger bahwa bidang Pendidikan, melalui sekolah  di Indonesia agar tetap melayani siswa dengan pembelajaran yang kreatif dan kontekstual. (Wiwid Widha )

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00