FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Sempat Menolak PPKM Darurat dan Tak Percaya Covid-19, Kades Di Sragen Malah Jadi Duta Vaksin

Kades Jenar Samto mendapatkan suntikan vaksin dari vaksinator Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati

KBRN, Sragen: Kades Jenar, Sragen, Samto yang sempat ngeyel dan menolak menjalankan aturan pemerintah untuk pencegahan Covid-19 dan sempat viral lewat balihonya, ternyata kini melunak. Samto pada Kamis 22 Juli 2021 siang mendapatkan suntikan vaksin Covid 19 langsung dari Bupati Sragen dr Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Baledesa Jenar. 

Samto legowo mendapatkan vaksin pertama, sebelumnya ia juga membuat undangan penyuntikan vaksinasi kepada ratusan warganya. Bahkan kades yang dua kali menyampaikan permohonan maaf di hadapan Polisi dan TNI itu sekarang menjadi duta vaksin.

"Saya memilih yang pertama agar jadi contoh buat rakyat saya di Jenar ini. Kalau kenapa-kenapa biar saya dulu," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan setelah penyuntikan vaksin.

Sebelum penyuntikan vaksin Samto sempat berbincang-bincang dengan Bupati mengenai kondisi kesehatannya. Selain itu juga dalam penanaganan Pandemi Covid-19 di Desa Jenar. 

Kades Samto mengaku warganya memang ketakutan mendapatkan suntikan vaksin, sehingga setiap ada gerakan vaksinasi pesertanya minim. Harapanya dengan dirinya memberi contoh vaksinasi masyarakat Jenar akan berbondong-bondong bersedia mendapat suntikan vaksin.

"Ternyata tidak efek samping (setelah divaksin-red), padahal kondisi saya kan sedang sakit. Saya tidak ada rasa takut atau dek-degan," ungkap Samto.

Untuk diketahui dampak dari ketidakpercayaan Kades dengan Pandemi Covid 19 ini salah satunya mempengaruhi tingkat kepatuhan warga menjalani program vaksinasi covid-19. Data yang dilansir Polres mencatat dari sekitar 3.000 warga di desa itu, ternyata baru 23 warga sudah divaksin. 

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi kepada wartawan menyampaikan, dari 23 warga yang sudah divaksin, 13 orang di antaranya hanya melaksanakan vaksinasi tahap satu.

“Hasil pemeriksaan beberapa saksi, Desa Jenar cukup tertinggal dalam hal vaksinasi. Capaiannya luar biasa rendah. Dari 3.000 penduduk di Desa Jenar itu hanya lebih kurang sekitar 23 saja yang sudah vaksin,” kata

Menurutnya angka itu merupakan pencapaian yang luar biasa rendah. Oleh karena pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemkab untuk mengakselerasi dengan maksimal setelah kasus baliho Kades terselesaikan. 

Kemudian pemeriksaan dari bidan desa setempat menyampaikan sudah ada beberapa kasus positif di Desa Jenar. bahkan sudah ada dua orang meninggal positif terkonfirmasi dengan salah satunya adalah ibu hamil.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00