FOKUS: #PPKM MIKRO

Aturan Pemkot Solo, Mudik Dilarang Wisatawan Boleh Masuk sesuai Persyaratan

Ilustrasi foto Pendapi Gede Balaikota Surakarta.
Ketua Satgas Covid-19 Surakarta Ahyani saat memberikan keterangan pers.

KBRN,Surakarta: Pemerintah Kota Surakarta melarang kegiatan mudik ke Kota Bengawan pada lebaran 2021. Namun demikian dalam aturan terbaru wisatawan yang akan berkunjung ke Solo tidak dilarang. 

Dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo terbaru nomor 067/1309 Pemkot memperbolehkan pendatang dengan tujuan berwisata. Adapun aturan tersebut dapat dilihat pada poin 8a.a.

Dalam points itu isinya, pelaku perjalanan orang lintas kota/kabupaten/ provinsi/negara selama bulan suci Ramadhan dan ldul Fitri Tahun 1442 Hijriah dengan tujuan wisata dan menginap paling sedikit 1 x 24 jam di Kota Surakarta. Kemudian wajib menenuhi ketentuan, yakni menginap di hotel, membawa surat lzin Keluar/ Masuk (SIKM), membawa hasil uji negatif swab PCR atau swab antigen paling lama 2 x 24 . 

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas COVID-19 Solo, Ahyani menyebut aturan itu benar. Namun pendatang harus membawa sejumlah dokumen yang telah disyaratkan untuk bisa lolos skrining.

"Rapopo (tidak apa-apa), boleh. Tapi harus lewat skrining itu, SIKM (Surat Izin Keluar/Masuk) itu harus bawa," kata Ahyani di Balaikota, Rabu (5/5/2021).

Ahyani menegaskan akan melakukan pengawasan ketat terhadap objek-objek wisata. Objek wisata pun telah diatur agar membatasi kapasitas menjadi 50 persen. 

Pemkot juga melarang adanya kegiatan di objek wisata yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Salah satunya, acara Syawalan di Taman Satwa Taru Jurug. 

Terpisah Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka meminta para lurah tidak memberikan SIKM kepada warganya yang akan bepergian ke wilayah zona merah. Gibran mengatakan hal ini akan berbahaya bagi warga itu sendiri termasuk nanti bagi keluarganya saat Kembali pulang.

"Jangan menerbitkan SIKM untuk warga bepergian ke zona merah. Ketika lurahnya input itu akan langsung ketahuan. Kalau Solo tidak ada zona merah paling pol orange itu pun akan segera kami hijaukan," tandasnya.

Walikota Gibran mengingatkan warga Solo agar tidak mudik atau bepergian selama lebaran meskipun hanya di sekitar Solo Raya. Pihaknya mengajak warga menahan diri sebentar karena laju penularan Covid-19 di Solo sudah tertekan. 

"Mobilitas warga yang menggunakan SIKM diharapkan hanya yang sangat urgent seperti perjalanan dinas, orang sakit maupun akan persalinan."

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00