Peringati Hari Bumi, Komunitas Pecinta Kucing Serukan Gerakan Feed Not Bomb

KBRN, Surakarta: Komunitas pecinta kucing “Rumah Difabel (Rudi) Meong” dalam rangka memperingati Hari Bumi, menyerukan stop kekerasan pada kucing yang masih marak terjadi dengan Feed Not Bomb.

Kegiatan tersebut secara simbolis diawali pemberian wadah makan kucing dari botol bekas oleh Ketua Feed Not Bomb , Rendi, kepada Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa, dilanjutkan pemasangan wadah makan kucing di area Balai Kota, Kamis (22/4/21). 

Teguh Prakosa mengapresiasi kegiatan komunitas Rudi Meong yang peduli dengan kesejahteraan hewan yang hidup di sekitar manusia, terutama kucing.

"Atas nama pemerintah Kota Surakarta, memberikan apresiasi atas perayaan hari bumi yang dilakukan dengan pemasangan kontainer pakan kucing. Kalo kucing kan makannya hanya tertentu saja, kemudian binatang lain kan makannya hanya tertentu saja. Tapi manusia itu semua tumbuhan hewan dimakan semua. Ini yang menjadikan ekosistem itu keseimbangan dunia menjadi timpang," jelasnya. 

Sementara pimpinan komunitas pecinta kucing, “Rumah Difabel (Rudi) Meong Solo”, Ning Hening Yulia, menyebut perlunya kerjasama antar semua pihak guna mencegah terjadi kasus kekejaman kepada binatang, terlebih kekerasan yang diterima kucing.

"Instrumen semua ada, ada pengacara, ada polisi, ada cat lover, ada penolong kucing. Kenapa tidak menguat, kenapa harus dikit-dikit panggil-panggil (komunitas kucing) pusat. Jadi ini memang spiritnya adalah saya menyerukan temen-temen daerah menguat lagi daerah masing-masing. Temukan kekerasan yang diterima kucing di sekitar tempat tinggal anda dan bela. Karena kalo berani sayang, (harus) berani bela, ya," paparnya.

Adapun, kegiatan Feed Not Bomb dengan pemberian pakan bagi kucing jalanan juga dilakukan serentak di 36 Kota seIndonesia, diantaranya Tegal, Surakarta, Karanganyar, Boyolali.

Sementara, beberapa kasus yang diterima Rumah Difabel Meong networking hingga kini: Kasus makan daging kucing di Boyolali, penembakan kucing di karanganyar, dan keracunan masal kucing di kudus.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00