FOKUS: #PPKM MIKRO

Cat Lovers : Ada Penjual Baso Daging Kucing di Boyolali

Salah seorang warga Solo membawa poster cintai kucing saat memasang kontainer makanan kucing di Balaikota Surakarta, Kamis (22/4).

KBRN, Surakarta: Penjual Baso berbahan daging kucing mencuat di wilayah Boyolali Jawa Tengah belum lama ini. Laporan aksi kekerasan terhadap kucing itu masuk ke Rumah Difabel Meong Solo.

Binatang piaraan itu menjadi santapan manusia yakni dibuat makanan baso cilok. Aksi sadis ini terkuak setelah ada konsumen yang membeli makanan tersebut minta izin ke toilet, dan mengetahui ada beberapa kepala kucing tergeletak. 

Pimpinan Rumah Difabel Meong Solo Ning Hening Yulia mengakui aksi ini terjadi di wilayah Kabupaten Boyolali belum lama ini. Menurut ada seorang warga yang membeli cilok ternyata bahan bakunya dari daging kucing.

"Ada warga membeli cilok (baso gocek) ke satu pedagang. Ketika itu dia pamit ke belakang dan melihat banyak kepala kucing. Setelah ditanyakan pedagang memang basonya daging kucing," ungkap Ning Hening disela mengahadiri peringatan Hari Bumi di Solo Kamis, (22/4/2021).

Yulia mengatakan, warung basok kucing itu kini sudah tutup, dan pemiliknya telah dilaporkan ke Polisi. Pihaknya belum dapat menyampaikan kasus tersebut kini sampai mana. Namun Rumah Difabel Meong Solo telah menyiapkan pengacara untuk kasus kekerasan terhadap kucing ini.

"Nah kemudian info terbaru pedagang sudah berhenti dan laporan ke polsek. Tapi kami belum bisa klarifikasi laporan itu sampai dimana. Kita sudah menggandeng pengacara, yang dulu menangani kasus penembakan kucing di Karanganyar," bebernya.

Yulia menduga sudah banyak kucing yang dibantai dari penjualan baso daging kucing di Boyolali. Bisa jadi sebelum kasus mencuat sudah lama berjualan. 

Kasus kekerasan terhadap kucing di Solo Raya yang ditangani Cat Lovers ini kali kedua setelah penembakan kucing yang dilakukan warga di Kabupaten Karanganyar tahun lalu. Kini kasusnya sudah tuntas dimana pelakukanya diberikan efek jera. 

"Memang tidak sampai tuntutan hukum, tapi ada efek jera. Senapan dirampas dan mengakui kesalahannya," ujar Yulia.

Sementara itu kampanye peduli kucing dilakukan dengan pemberian kontainer makan kucing di 22 tempat. Salah satunya di Balaikota Surakarta bersama Wakil Walikota Teguh Prakosa. 

Teguh mengatakan kegiatan ini harus menjadi gerakan mencintai lingkungan dengan mencintai isinya salah satunya kucing. Kucing ini tidak bisa jauh dengan manusia untuk menjaga ekosistem alam.

"Kegiatan ini menjadikan kampanye peduli kucing yang selalu hidup bedampingan dengan manusia. Kucing untuk menjaga ekosistem dilingkungan masing-masing."

Kampanye mencintai kucing ini akan terus digalakkan. Tidak hanya memberikan makanan terhadap kucing liar, namun juga akan digelorakan pelarangan konsumsi daging kucing.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00