Hajatan dan Wisata Sepi, Pengrajin Blankon Solo Nyaris Gulung Tikar

KBRN, Surakarta: Pengrajin blankon di Kota Solo nyaris gulung tikar akibat sepinya pesanan dari pembeli. Sejumlah pesanan yang sebelumnya mengalir ke pengrajin namun kini pesanan terhenti  meski ada hanya satu atau dua biji dalam satu minggu. 

Salah satu pengrajin blankon Ny Kusmiati mengatakan  penurunan permintaan blankon mulai turun drastis terjadi sejak pandemi. bahkan hingga saat ini pemesanan semakin sepi hanya ada satu atau dua saja. 

"Turunya, pas pandemi Covid 19 ini, jadi semakin sepi," jelasnya kepada RRI saay ditemui di Jl Arjuna Serengan Solo, Senin (1/3/20).

Dikatakan, selama ini blankon yang ia buat dijualnya untuk berbagai pemesanan yang digunakan untuk acara adat hajatan, ditempat tempat pariwisata yang dibuat sebagai souvenir, terkadang Juga ia titipkan ditempat lalu lintas wisatawan  mulai dari hotel , bandaram terminal dan lain lain .

"Pembelinya selain dari dalam Kota juga dari luar daerah, penurunan produksinya hingga 60 persen disebabkan sepinya kegiatan acara hajatan serta dunia pariwisata yang  hampir tidak beroperasi," bebernya. 

Ditambahkan, Kusmiyati yang juga anak pengrajin blankon legenda kaswanto yang bersama dengan kakak atau adiknya yang menekuni blankon kini harus membanting stir ke usaha lain, sambil melayani pesanan blankon yang masih jalan sedikit sedikit. 

"harapannya ya pandemi segera berakhir agar usahanya bisa bangkit kembali," katanya.

Sementara itu, salah atu penjual blankon di pasar cinderamata dekat pasar Klewer Ny Ngatmi mengaku, penjualannya sepi sehari hanya laku 1,2 untuk dipakai sendiri sehari, berbeda sebelunya masa pandemi, bisa puluhan biji sehari  yang dibuat sebagai souvenir oleh pengunjung.

"Cuman kejual 1-2 saja, itu biasa di pakai sendiri, bukan untuk sovenir seperti hari biasa," ungkapnya.

Adapun untuk blankon, dijual bervariasi mulai dari 15 ribu sampa dengan 300 ribu, tergantung kualitas kain batik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00