FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Perpanjangan PPKM, Sinyal Toko Ritel di Solo Boleh Buka 12 Jam

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo.

KBRN,Surakarta: Selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap pertama 11 -25 Januari, Pemkot Surakarta banyak mendapat masukan dari pengusaha. Utamanya para pengusaha ritel atau toko modern yang menginginkan jam operasional lebih panjang. 

Karenanya dalam perpanjangan PPKM ini Pemkot memberikan sinyal menambah jam operasional toko ritel dari 9 jam menjadi 12 jam. Wali Kota, FX Hadi Rudyatmo akan merevisi Surat Edaran menyusul keputusan resmi PPKM di Soloraya. SE terbaru itu rencananya mengakomodasi permintaan pengusaha.

"Toko modern bisa buka mulai pukul 07.00 sampai pukul 19.00 WIB. Jane saya juga susah pagi pagi cari rokok belum ada toko buka," ucap Walikota, kemarin.

Rudy, sapaan akrabnya, mengatakan pembatasan jam operasional selama 12 jam itu tetap efektif lantaran konsumen di toko retail kerap tak datang bersamaan. Ia menyebut saat pembatasan operasional berlangsung, kerumunan kerap terjadi menjelang jam-jam tutup.

 “Setelah jam itu (retail) dipastikan tidak ada yang buka, pasti tidak ada kerumunan. Kerumunan itu kalau kita lihat di mana-mana ya ada kerumunan sebenarnya. Banyak yang kirim surat ke saya, minta dievaluasi dan minta tambahan waktu operasional. Ya, sedapat mungkin diakomodasi,” kata dia.

Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surakarta Ahyani mengatakan, selama PPKM masyarakat belum diizinkan menyelenggarakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti acara hajatan tetap tidak diizinkan. Diharapkan PPKM ini mampu menekan persebaran menyusul kapasitas ruang isolasi di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) yang terus menyusut.

"Ya memang masih ramai, tapi kita harapkan dengan PPKM ini kasusnya bisa menurun ya. Ini kan masih ratusan ya semoga lama lama terus berkurang," ungkapnya.

Pria yang juga Sekretaris Daerah Surakarta ini menyebut dasar perpanjangan PPKM menurut Kemenko Bidang Perekonomian ada empat parameter. Di antaranya, angka kasus mingguan, kasus aktif, jumlah kematian, jumlah kesembuhan. "Angka keterisian TT ICU dan TT isolasi," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00