Tinjau Shelter Manahan, Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa: Semoga Jadi Icon Baru Kota Solo

Tinjau Shelter Manahan, Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa: Semoga Jadi Icon Baru Kota Solo.

KBRN Surakarta: Wakil Walikota Surakarta, Teguh Prakosa mengikuti kegiatan Mider Praja beserta jajaran Forkopimda dan Perangkat Daerah Jum’at (12/8/2022). Acara ini dimulai dari Balaikota, dilanjutkan ke lokasi peninjauan pertama di Gapura Gladag yang sedang ada pekerjaan Pengecatan gapura, lokasi ke dua di Pagongan Komplek Masjid Agung untuk meninjau renovasi disana, lokasi ketiga yaitu di SMPN 21 untuk meninjau pembangunan, selanjutnya berhenti di Koridor Juanda yang sedang dilakukan Penataan jalan. Lokasi keempat SDN Jagalan yang sedang dilakukan pembangunan untuk memberi fasilitas yang nyaman untuk belajar, dari SDN Jagalan dilanjutkan ke Shelter Manahan meninjau pembangunan yang ada disana, dan finish di Monumen Asean Para Games (Gerbang Utara Stadion Manahan).

Dalam acara ini juga dihadiri oleh Komandan Korem 074/ Wrt, Wakapolresta Surakarta, Komandan Kodim 0735 Surakarta, Komandan Denpom IV Surakarta, Ketua Pengadilan Negeri Surakarta, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Kepala OJK Kota Surakarta, Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Kasatlantas.

Teguh Prakosa menyampaikan bahwa pembangunan shelter di Manahan ini bertujuan untuk mewujudkan kota Surakarta yang bersih dan rapi.

“Shelter Manahan itu yang pertama kita ini akan membangun Manahan secara keseluruhan itu menjadi rapi, bersih. Dan olahraga itu yang utama makanan itu pendukung dibangunlah shelter. Dulu ada shelter tetapi tiap dibangun shelter 3-4 tahun yang menempati itu agak kemproh. Ratau gelem ngresiki buang sisa makanan sehingga menyumbati saluran air, “ ungkap Teguh. 

Dirinya menambahkan terkait dengan jogging track itu tidak hanya di dalam stadion Manahan saja. Dilingkaran luar stadion juga disediakan. Kemudian diluar secara keseluruhan Manahan itu harus dibuatkan jogging track juga. Lalu Wawali juga mengkoreksi mengenai pemanfaatan Kawasan stadion Manahan agar merata antara wilayah olahraga kuliner dan budaya.

“Ini tugas PUPR dan yang menerima manfaatnya tadi itu perdagangan, karena ada makanan. Karena di sini juga berhubungan dengan lingkungan hidup, beberapa pohon yang akan kita ambil dan diganti dengan yang baru disesuaikan dengan bentuk, nanti ada Plasa Obor Paragames koridornya di pintu utara jadi ada beberapa pohon yang akan kita hilangkan. Temen-temen DLH, Dinas Olahraga, PUPR, Dinas Perdagangan ini terlibat secara langsung, agar bener- bener stadion Manahan itu bentuknya menjadi baik sebagai kawasan olahraga, tetapi didukung oleh rindangnya pohon kemudian makanan adalah bagian tidak terpisahkan. Biasanya orang olahraga rampung minum susu, nyemil, makan bubur yang ada di sana. Nanti yang sebelah utara ini akan bebas dari shelter sementara shelter ada di sebelah barat. Satu shelter ya hanya satu pemilik saja. Supaya itu juga menjadi sosialisasi teman-teman yang pernah punya shelter disini, “ jelasnya. 

Selanjutnya Teguh menyingnggung tentang perlunya penamaan fasilitas pintu masuk yang ada di Stadion Manahan. Karena setelah Asean Paragames kemarin menjadi pelajaran akan kebingungan masyarakat untuk masuk ke wilayah stadion.

“Saya nunggu dinas untuk diajukan ke Pak Walikota supaya baiknya namanya apa aja. Supaya pintu-pintu gate masuk ke stadion itu sudah ada namanya semua. Itu bagian yang akan mempermudah, misalnya ada event-event besar disini masuk itu sudah tidak bingung lagi. Agar orang tidak antri panjang untuk tanya pintu lagi. Tidak hanya bilang pintu Selatan, pintu Selatan itu ada dua. Kalau penamaan pintu menggunakan simbol arah saja itu membingungkan. Silahkan dikasih nama apa aja yang sekiranya cocok dengan olahraga. Tokoh atau apa boleh boleh saja, “ tambah Teguh.

Diakhir pembicaraan Wakil Walikota Surakarta juga berpesan supaya kawasan stadion Manahan benar-benar menjadi kawasan yang sehat. Artinya ruang terbukanya menenuhi kemudian ruang terbuka olahraganya juga memenuhi. Termasuk pagar dibuat lebih menarik agar menjadi icon suatu stadion. 

“Penempatan nya nanti di segitiga depan taman, depan pintu. Dampak untuk kawasan stadion yang dijadikan menjadi tempat untuk ornament-ornamen yang monumental atau historical menjadi daya tarik untuk pengunjung yang datang ke kota Surakarta maupun para stakeholder yang memang beraktifitas di area manahan dan sekitarnya. Paling ga itu menjadi brand bagi dia menawarkan produk atau menawarkan kegiatannya yang akan dilaksanakan di stadion manahan. Setelah kegiatan-kegiatan besar yang telah terlaksana di Stadion Manahan maka akan semakin menguatkan identitas dan daya tarik dari manahan. Dan pada prinsipnya manahan siap untuk memfasilitasi semua kegiatan baik olahraga dan wisata maupun entertainment, “ ujarnya.

Diakhir kegiatan Wakil Walikota beserta jajaran dan para peserta Mider Praja menikmati hidangan sarapan bersama yang telah disediaakan di area Stadion Manahan Solo. (Ase)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar