FOKUS: #G20

Pameran Industri Makanan dan Minuman Hadir Kembali di De Colomadu, Perputaran Uang Diprediksi Sampai 25 Miliar

KBRN, Surakarta: Solo Food Beverage and Chef Festival (pameran besar di industri makanan dan minuman) Indonesia akan hadir yang kedua kalinya di De Tjolomadu 14 – 16 Oktober 2022. 

Event nasional yang mendapatkan dukungan langsung dari Indonesia Chef Association (ICA) diprediksi akan di hadiri 10.000 pengunjung. Pameran ini dirancang dan didedikasikan secara khusus untuk para inovator dan produsen kreatif di sektor makanan, minuman, dan kuliner.

Project Manager Ivent Carolina, mengatakan pameran Solo Food Beverage dan Chef Festival menjadi ajang selebrasi kuliner Provinsi Jateng. Kegiatan ini secara khusus untuk mendorong dan memperkuat bisnis makanan dan minuman serta horeca di Jateng.

"Selain itu juga menjadi ajang bagi para pelaku bisnis khususnya di Jawa Tengah untuk dapat mempromosikan produknya secara maksimal ke berbagai target konsumen," kata Ivent Carolina, Selasa (9/8/2022).

Adapun Gelaran ini diikuti 50 – 60 peserta dari seluruh Indonesia. Seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dikatakan Carolina, pada gelaran pertama Desember 2021 lalu pengunjung 7000 orang. Sedangkan untuk tahun ini ditargetkan 10.000 pengunjung.

“Untuk meramaikan Solo Food, Beverage and Chef Festival menargetkan pengunjung tahun lalu 7000 untuk tahun ini 8000 – 10.000. Mengharapkan untuk semua penginapan hotel hotel di Solo full booking,” ungkap Carolina.

Lanjut Carolina, festival ini akan menghadirkan mesin, bahan makanan dan minuman, alat-alat maupun bahan untuk Industri HORECA Jawa Tengah. Selama 3 hari pameran nanti di targetkan perputaran uang sampai 25 miliar rupiah.

Presiden Indonesian Chef Assosiation ICA, Chef Susanto mengatakan pameran Solo Food Beverage and Festival 2022 akan memberi dampak ekonomi yang lebih baik dari tahun lalu. Setelah 2 tahun di hantam Pandemi covid 19.

Seperti pengalaman pameran tahun lalu penjualan alat-alat untuk industri seperti mesin kopi mencapai 200 unit. Padahal mesin tersebut seharga dari Rp 50 - Rp 80 Juta.

“Kalau tahun lalu sudah mebaik meski pandemi itupun dibatesi target 7000 sudah dibatasi. Namun tahun ini lari cepat dari tahun kemarin. Seperti pengalaman tahun lalu pembelian mesin kopi mencapai 200 unit dengan harga Rp50 – Rp 80 juta," ungkap Chef Susanto.

Sementara Kabid Destinasi Pariwisata Disbudpar Karanganyar Teguh Haryono mendorong semua pelaku industri Pariwisata dari rumah makan, hotel, destinasi wisata Coffee Shop untuk mendukung acara tersebut.

"Karena festival yang bisa dipetik hikmahnya dari bisnis to bisnis B to B akan meningkatkan sumber daya manusia para pelaku pariwisata di Kabupaten Karanganyar," ujarnya. Fatimah 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar