Pembangunan Pusat Kuliner dan Jogging Track Manahan Selesai Tahun Ini, Gibran: Tak Ada Pedagang Diusir

Gambar desain penataan kawasan sisi utara dan barat Stadion Manahan Solo, yang mengakomodir pejalan kaki dan pusat kuliner yang nyaman. Dok DPU-PR Surakarta.

KBRN, Surakarta: Selter pedagang kaki lima (PKL) Manahan di Kompleks Stadion Manahan tepatnya di Jalan KS Tubun maupun Menteri Supeno saat ini telah dikosongkan. Proyek penataan kawasan tersebut akan dimulai Juni dan selesai akhir tahun ini.

Kawasan sisi utara dan barat Stadion Manahan, Solo itu akan segera dibangun pusat kuliner ala-ala food court dan jogging track serta dilengkapi ruang parkir. Pemkot Surakarta menggelontorkan anggaran Rp 15 miliar dari APBD untuk penataan kawasan Manahan tersebut.

Pentaan kawasan itu masuk dalam 10 prioritas pembangunan pemerintahan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. 

Dalam Agenda Mider Projo Jumat (27/5/2022) pagi Wali Kota Gibran Rakabuming Raka menyempatkan meninjau selter PKL Manahan.

Dia mengatakan, pemerataan dilakukan secepatnya setelah lelang aset. Untuk pembangunan selter tersebut ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan. 

"Segera kita bangun. Ini biar diratakan dulu. Cepat kok. Kalau sampai bersih paling empat, lima bulan selesai," ujarnya.

Rencananya kawasan itu dibangun sebagai pusat kuliner berkonsep seperti food court, berdampingan dengan jogging track Stadion Manahan dan area parkir. 

Gibran mengatakan sudah menyiapkan anggaran bersumber APBD untuk pembangunan kawasan itu, dan dipastikan pusat kuliner berkonsep food court tersebut selesai tahun ini.

"Pembangunan tahun ini juga. Langsung kok langsung. Ini cepet. Ngebut. Kasian pedagangnya kalau lama-lama," terang Gibran.

Pihaknya memastikan tidak ada pedagang yang diusir. Semua akan dikembalikan untuk bisa berjualan di selter Manahan. "Nanti (PKL) kita akomodir semua kok. Nggak ada yang diusir," tandasnya. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar