Pasar Mebel Baru Dibangun di Lahan Eks Bong Mojo, Digelontor 20 Miliar

KBRN, Surakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta akan membangun pasar mebel yang baru di lahan eks pemakaman Bong Mojo, Kecamatan Jebres untuk relokasi pedagang mebel Gilingan pada Februari 2023. 

Rencananya pasar mebel yang baru itu untuk menampung para pedagang mebel Gilingan yang tidak lolos kurasi masuk ke Sentra IKM Gilingan. 

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Heru Sunardi mengatakan, jumlah pedagang pasar mebel Gilingan ada sebanyak 85 orang. Mereka terdiri dari pedagang los dan pelataran. "Pembangunan pasar mebel di eks Bong Mojo mulai Februari 2023, ditargetkan selesai sebelum Agustus 2023," ujar Heru Sunardi, Rabu (25/5/2022). 

Pasar mebel di eks Bong Mojo dibangun di atas lahan seluas 6.000 meter persegi dengan anggaran sekitar Rp 20 miliar. Pasar ini akan dilengkapi dengan hindran sebagai antisipasi kebakaran. Di sisi lain, lanjut Heru pedagang juga tidak diperbolehkan menggunakan pasar mebel yang baru sebagai tempat tinggal seperti di lokasi pasar yang lama.

"Pasar larangan untuk tempat tinggal. Tidak boleh nanti kalau sudah jadi untuk tempat tinggal," ungkap Heru.

Untuk Diketahui, pedagang mebel Gilingan saat ini telah menempati pasar darurat di Kawasan Stabelan, Kecamatan Banjarsari menyusul akan dibangunnya sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di eks pasar mebel tersebut. 

Di lokas baru ini Pemkot mendorong pedagang mebel membuat inovasi sehingga pada saat menempati pasar yang baru sudah mulai mengurangi produksi.

"Sehingga nanti pedagang menjual produk itu tidak dalam bentuk jadi namun bisa seperti fabrikasi yang itu nanti ada OPD yang membidangi terkait dengan pelatihan itu (Diskop UKM dan Perin). Jadi nanti arahnya didorong ke sana," jelas Heru.

Salah seorang pedagang Kelik Yuliantoro (62) mengatakan, dari pedagang pasar mebel itu berharap, pasar itu tidak hanya untuk pemasaran saja namun juga untuk produksi khususnya finishing. 

Kedepan Pedagang ingin dilibatkan dalam pembangunan pasar baru di Eks Bong Mojo, karena yang tahu betul kebutuhan di pasar mebel adalah pedagang, adanya ruang produksi, dan ruang pamer. Diharapkan dengan desain baru itu tidak mengganggu lingkungan.

"Kalau hanya memindahkan tempat itu juga hanya memindahkan masalah. Harapan kami dari dinas itu mengalokasikan ruang untuk produksi yang tidak mengganggu lingkungan. Pakai cerobong asap atau bagaimana," jelasnya. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar