BI Solo Perkuat Ekonomi dan Bisnis Pesantren, Setiap Ponpes Harus Ada Hebitren

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Surakarta Nugroho Joko Prastowo memberikan keterangan pers di kantornya.

KBRN, Surakarta: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo mendorong santri berwirausaha untuk sumber ekonomi baru. Pasalnya pondok Pesantren kini diupayakan tidak hanya sebagai pusat kegiatan pendidikan ilmu agama, namun sebagai pilar penguat dan juga bisa menjadi pusat kegiatan wirausaha.

"Karena selama ini Ponpes bisnisnya biasa saja ketika didorong pesantren sebagai ekosistem yang mandiri dan sejahtera sehingga berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional," ungkap Kepala Perwakilan bank Indonesia Solo Nugroho Joko Prastowo, Sabtu (14/5/2022).

Joko mengatakan, secara nasional jumlah pondok pesatren mencapai 30 an ribu dengan jutaan santri. Jika potensi tersebut diberdayakan akan semakin baik bagi perekonomian nasional.

“Ini diberdayakan Hebitren (Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren) dibentuk dan didorong diseluruh Nusantara, juga seluruh Jawa Tengah termasuk Solo Raya. Kami melakukan silaturahmi sekaligus penguatan untuk membahas kedaulatan ekonomi, teritori, saling bersinergi ini bisa memperbaiki ekonomi kalau situasi tidak aman,” jelas Joko.

Ia mengatakan salah satu faktor penting yang perlu dilakukan adalah Penguatan kelembagaan dalam pengembangan ekosistem ekonomi hebitren. Sinergi dan kolaborasi hubungan antar pondok pesantren menjadi kunci bisa saling menguatkan 

“Yang punya usaha disatukan misal dalam kelompok untuk diskusi dan saling menopang. Yang punya usaha seperti contoh pondok pesantren Klaten dan Pengging Kabupaten Boyolali pesantrennya sangat potensial bisa membuat air minum dalam kemasan karena disana ada umbul, begitu membuat AMDK kan tidak bisa ujug-ujug langsung di jual karena harus ijin edar, tetapi boleh untuk kalangan sendiri,” ungkapnya.

Selain itu dari sisi pengembangan produksi juga perlu diperhatikan. Dengan demikian produk yang dihasilkan oleh pondok pesantren tersebut memiliki nilai jual lebih tinggi.

"Dengan program pengembangan kemandirian pesantren tersebut diharapkan dapat mendorong pesantren sebagai penggerak utama dalam ekosistem rantai nilai halal di dalam negeri," tutup Joko. Fatimah

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar