FOKUS: #PPKM

Makanan Khas Imlek Asinan Sawi di Solo Malah Sepi Peminat

Pedagang Pasar Gede Solo menjajakan makanan khas Imlek Asinan Sawi

KBRN, Surakarta: Permintaan sawi asinan dan rebung jelang perayaan Imlek tahun ini sepi pembeli. Permintaan asinan tahun ini perhari hanya 20 kilogram, sementara tahun lalu bisa mencapai 1 kwintal per hari.

Padahal jenis sayuran tersebut yang selalu menjadi salah satu sajian khas bagi masyarakat keturunan Tionghoa menjelang perayaan Imlek. Selain menjadi hidangan khas, makanan tersebut menjadi salah satu syarat persembahan atau piranti sembahyang.

Salah satunya Pedagang asinan sawi di Pasar Gede Solo Sukarni menuturkan, sepinya penjualan ini dipengaruhi kepercayaan. Warga yang memiliki beda keyakinan tidak memerlukan asinan sawi sebagai piranti ibadah.

"Saat ini pasarnya sepi, malah laris yang sebelum Pandemi. Karena sekarang ini yang menganut Konghucu atau yang sembahyangan sangat sedikit. Lha saat ini sehari hanya 20 kg kalau dulu ya bisa mencapai 1- 2 Kwintal,” ujar Sukarni Jumat (28/1/2022).

Untuk membuat sawi asinan memang khusus jenis sawi jabung yang di pasok dari Bandung. Adapun proses pembuatannya sangat mudah hanya di fermentasi direndam dengan air kelapa di campur garam dalam gentong selama 1 – 3 hari.

Untuk harga satu kiologram sawi asinan seharga Rp 25.000 atau tidak mengalami kenaikan. Sementara selain asinan sawi, rebung petung juga sebagai piranti Sembahyang.

Pedagang Rebung Di pasar Gede, Wagiyem mengaku untuk tahun ini juga sepi pembeli. Perhari permintaan 1 karung goni tidak habis terjual. Sedangkan sebelum pandemi perhari 1 Kwintal habis terjual.

“Ini permintaan rebung petung sangat sedikit jika di banding tahun lalu dua karung saja per hari tidak habis. Padahal tahun lalu bisa mencapai 1 kwintal habis kalau sekarang 30 – 40 kg,” kata Wagiyem

Dikatakan Wagiyem rebung selalu di buru masyarakat Tionghoa dijadikan bahan isi Lumpia, juga campuran masakah bakmi. Adapun barang dagangan rebung petung di pasok dari wilayah Sragen. Untuk harga Rp 20.000. setiap kilogramnya. Fatimah/MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar