UMKM Binaan BI Solo Diprospek Untuk Go Global

KBRN Surakarta : 50 pelaku Usaha Menengah Kecil  Mikro (UMKM) Binaan Perwakilan Wilayah Bank Indonesia  (PWBI) Solo sedang diprospek untuk Go Global sehingga mampu eksport produk, dengan sasaran pertama ke Negara Singapura.

Sebelum mencapai tujuan tersebut, para pengusaha UMKM yang bergerak di bidang kuliner, food and beverage tersebut mengikuti Bisnis Matching dan Kurasi bersama Tanivest Group di salah satu restoran Kota Solo, Selasa (07/12/2021).

Menurut Kepala PWBI Solo Nugroho Joko Prastowo, mereka dipertemukan, untuk mendapatkan pembekalan sekaligus dinilai oleh Tanivest Group sebuah perusahaan yang selama ini punya basis agregator di Singapura.

Kegiatan ini sekaligus untuk memanfaatkan peluang global agar UMKM bisamaju dan naik kelas. Sebab kalau bisa ekspor pangsa pasar dan produksinya meningkat, sehingga tujuan pembinaan UMKM tercapai.

“Jadi nanti temen-temen setelah dikurasi akan tahu kualitas produk seperti apa sehingga kalau kurang memperbaiki, kalau lolos kursi berarti tinggal akses pasar ekpornya, sehingga nanti maju mereka, “ungkap Joko Prstowo kepada RRI di sela-sela kegiatan Bisnis Matching.

Sementara Co Founder Tanivest Group Jefry Adianto Kusuma Hadi menjelaskan, Singapura menjadi tujuan utama sebab negara tersebut memiliki kualifikasi tinggi terhadap sebuah produk, sehingga  jika sudah bisa lolos maka akan lebih gampang masuk ke negara lain.

Menurutnya,  export sekarang syaratnya mudah hanya menggunakan ijin Produk Indusri Rumah Tangga P- IRT, namun ada beberapa perusahaan yang menginginkan sertifikasi 

“Karena sebenarnya eksport itu sangat mudah, hanya menggunakan P- IRT sudah bisa export , tanpa dokumen apapun bisa export, Sebenarnya seperti itu hanya beberapa perusahaan menginginkan sertifikasi padahal BPOM dan PIRT itu adalah sertifikasi untuk Indonesia, bukan untuk di luar negeri, “ jelas Jefry.

Dalam Bisnis Matching dan Kurasi ini para peserta mendapatkan berbagai pembakalan untuk bisa lolos eksport, antara soal kualitas produk dan kemasan sertifikasi, konsistensi dan soal expired produk. (Wiwid Widha )

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar