FOKUS: #PPKM MIKRO

WTP 11 Kali, Dana Insentif Daerah Solo Malah Berkurang 57 Miliar, Kok Bisa?

Foto Ilustrasi. Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka didampingi Wakil Walikota menerima opini WTP dari Kemenkeu.

KBRN, Surakarta: Pemkot Surakarta menerima penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran (TA) 2020 dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke 11 kalinya berturut-turut. Tapi sayang dana insentif daerah (DID) malah turun puluhan miliar.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap Pemerintah Kota yang menerima opini WTP Pemerintah Pusat mengucurkan anggaran puluhan miliar dalam bentuk Dana Insentif Daerah (DID). Anggaran itu dikhususkan untuk bidang kesehatan, pendidikan dan perekonomian. 

Tahun ini DID untuk kota Solo berkurang siginifikan meskipun Kota Bengawan menerima WTP yang ke 11 kalinya. Hal ini akan berdampak pada penanganan sektor kesehatan, pendidikan dan pemulihan ekonomi. 

Sekretaris Daerah Surakarta Ahyani mengatakan, tahun lalu Pemkot Surakarta menerima DID Rp 78 miliar buah WTP satu dekade berturut-turut. Namun tahun ini Pandemi Covid-19 membawa dampak negatif terhadap keuangan pusat, karenanya DID untuk Solo diperkirakan hanya Rp 21 miliar. 

"Pokoknya gak tentu ya, seperti tahun kemarin itu kita dapat DID Rp 78 miliar. Tahun ini dan ke depan hanya Rp 21 miliar. Tapi yang penting masih ada. Kemarin itu untuk pendidikan dan kesehatan. Sebenarnya satu lagi untuk pemulihan ekonomi," jelas Ahyani Rabu (20/10/2021).

Dana sejumlah itu menurut Ahyani akan difokuskan untuk penanganan Pandemi Covid-19, seperti di bidang kesehatan dan pendidikan. Menurutnya meskipun berkurang namun Pemkot masih menerima DID. Hal ini dimaklumi karena kondisi keuangan negara terdampak pandemi Covid-19.

"Kita harus sharing untuk pendidikan dan kesehatan karena masih Covid-19 ini. Ya untuk pembelajaran tidak boleh berhenti walaupun PJJ," kata Ahyani. 

Untuk diketahui Pemkot Surakarta menerima opini WTP dari kementerian keuangan. Penghargaan itu diserahkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Solo, Hartana, kepada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka didampingi Wakil Walikota Solo, Teguh Prakosa, di Balai Kota Selasa (19/10/2021) siang. 

Kepala KPPN Surakarta Hartana berharap, penghargaan tersebut menjadi pendorong ASN dan Pemkot mempertahankan tata kelola keuangan dan aset daerah yang profesional, transparan, dan akuntabel. 

"LKPD kan merupakan gabungan dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Kriteria penilaian di masa Pandemi tak berubah, sehingga kami berharap WTP ini dipertahankan untuk LKPD 2021,” kata Hartana.

Walikota Gibran Rakabuming Raka berharap WTP ini tetap menjadi pelecut bagi Pemkot Surakarta konsisten dan akuntabel dalam pengelolaan keuangan dan Aset. Pihaknya berkomitmen untuk mempertahankan agar tahun tahun berikutnya Solo tetap menerima WTP.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00