Masa Pandemi, Pedagang Bendera dan Umbul -Umbul Tetap Marak

KBRN, Klaten : Pedagang bendera merah putih dan umbul-umbul di Kabupaten Klaten sekarang ini mulai marak. Meski masih situasi pandemi tidak menyurutkan  semangat mereka  untuk tetap berdagang. 

Pada umumnya para penjual berasal dari Jawa Barat seperti Garut dan Tasikmalaya.

"Ya pak masih sepi.Tapi ya lumayan  kadang tiga, kadang empat potong. Kadang nol," ungkap Endang asal Garut yang mangkal di jalan Yogyakarta - Solo Prambanan Klaten kepada RRI, Senin (2/8/2021).

Ia mengaku mulai berjualan dalam sepuluh hari terakhir dan rata-rata pendapatannya antara 200 sampai 300 ribu rupiah. Biasanya akan mengalami puncak penjualan  sekitar tanggal 14 Agustus.

“Kalau  ramainya itu  biasanya mulai  tanggal 10  hingga 14 Agustus ya  bisa 500 ribu," tambahnya. 

Namun berbeda dengan Anton warga Brajan Jogonalan Klaten yang berjualan di perbatasan Kota Klaten ( depan Pusdik Satpam). Ia mengaku pembelinya mulai  ramai. Pendapatannya cukup lumayan setiap hari bisa terjual hingga 10 hingga 20 potong.

“Kadang satu juta setengah, 600. Berapa potong ,22 potong, 30,15 potong," katanya 

Di tempat itu dirinya  hanya menjualkan saja dan pemiliknya warga Garut Jawa Barat. 

Untuk harga bendera merah putih bervaeriasi  sesuai ukuran  mulai dari 35 ribu, 40, dan 45 ribu rupiah. Sedangkan untuk umbul-umbul juga hampir sama tergantung ukuran dan jenis kain mulai dari 15 ribu sampai 350 ribu rupiah.

Anton juga merasa senang  berdagang bendera ini karena hasilnya cukup lumayan walaupun hanya  sampai pertengahan Agustus.

Jika sudah tidak berjualan bendera maka dirinya kembali menjalani rutinitas sehari-hari sebagai penjual kambing.

Sedangkan salah seorang pembeli Triyono warga Plawikan mengaku masa pandemi covid-19 memeriahkan Kemerdekaan tetap harus dilakukan meskipun hanya  memasang bendera dan umbul-umbul saja.

“Ini mau beli bendera untuk memeriahkan Kemerdekaan Indonesia,”  katanya dengan penuh semangat. 

Para pedagang musiman itu datang ke Klaten dengan rombongan. Biasanya mereka sudah punya tempat-tempat tertentu  yang digunakan untuk berjualan yang dinilai strategis seperti di sepanjang jalan Yogyakarta -Solo  dan jalur-jalur  lainnya .

( Adam Sutanto / WW)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00