FOKUS: #PENANGANAN TEROR KKB

Terdampak PPKM, 21 Ribu Pedagang Pasar Tradisional di Solo akan Terima Bantuan

Foto ilustrasi Pasar Klewer sebagai sektor non esensial tutup selama PPKM Darurat.

KBRN Surakarta: Dinas Perdagangan Pemkot Surakarta telah melakukan pendataan pedagang butuh dagang dan juga PKL (pedagang kaki lima) yang terdampak dari Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Daurat dan Level 4. 

Setidaknya ada puluhan ribu warga yang terdampak dan diusulkan untuk menerima bantuan dari Pemkot Surakarta. 

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi mengatakan hasil pendataan lebih dari 21 ribu pedagang dan buruh pasar yang terdampak PPKM. Mereka ini akan menerima bantuan dari Pemkot Surakarta. 

"Pemberian bantuan sudah dirapatkan tinggal menunggu eksekusi dari Sekda dan Walikota, karena sudah ada persetujuan dari DPRD," kata Heru Sunardi saat dijumpai wartawan di Balaikota, Jumat (23/7/2021).

Heru Sunardi mengatakan, dari 21 ribu jiwa itu terdiri dari pedagang dan pekerja pasar, buruh pasar di 14 pasar non esensial yang ditutup selama PPKM. Selain itu juga pedagang kaki lima PKL yang tidak beroperasi selama PPKM. 

“Alokasi sudah kemarin yang rapat pak Sekda ke Dewan. Kita OPD mengusulkan pelaku usaha yang terdampak. Kalau kita tambah dengan PKL pegawai kios los, ini pedagang ada 21 ribu sekian. Pedagang PKL karyawan karyawan PKL. Ini yang diusulkan," jelasnya.

Hanya saja menurut Heru dari 21 ribu jiwa itu tidak semua warga Solo, sehingga mengenai kebijakan pemberian bansos menunggu Walikota.

"Pokoknya itu yang kita usulkan ada warga Solo ada luar Solo. Kita pilah nanti keputusan gimana, kalau saya kan hanya mendata Terdampak terkait PPKM ya to saya data 21 ribu sekian Solo ini luar Solo sekian," ujarnya.

Terpisah salah seorang pedagang dari Keprabon Solo, Ciang Li Hua berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan bagi masyarakat kecil yang terdampak kebijakan PPKM seperti dirinya. Warga keturunan Tionghoa yang kini berjualan nasi itu mengaku dampak dari PPKM penjualannya menurun sehingga dampaknya sangat dirasakan.

“Ya kalu bisa dibantu lah modal atau apa, karena penjualan ini menurun."

Pemkot Surakarta selain akan memberikan bantuan kepada Pedagang juga menggratiskan retribusi pasar bagi pedagang 14 pasar tradisional di Kota Bengawan. Meskipun dampak dari pembebasan retribusi itu Pemkot Surakarta kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi lebih dari Rp 1 miliar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00