Sepi Meski Masuk Musim Haji, Omset Toko Perlengkapan Haji di Pasar Kliwon Solo Turun 50 Persen

Tak seperti biasanya, beberapa pekan jelang musim haji, di toko-toko kawasan Pasar Kliwon yang biasanya ramai diserbu pembeli untuk mempersiapkan persediaan dan perlengkapan ibadah haji,  Minggu, (13/06/2021) nampak sepi pembeli.

Seperti yang dialami salah satu penjual di toko Makkah, Hesti, mengaku sebelum berangkat, biasanya jamaah yang kembali dari haji juga akan mampir ke toko untuk mencari makanan ringan dan air Zamzam untuk kerabat dan tetangga, namun kini tidak ada.

"Ya penjualan saat ini sepi. Hampir turun drastis mas." jelas Hesti kepada RRI.

Dia juga telah melakukan berbagai upaya untuk menarik lebih banyak pelanggan salah satunya dengan berjualan sovenir. Toko yang berada di Jl. Kapten Mulyadi itu kini mengalami penurunan 50 persen lebih. Biasanya sebelum pandemi bisa meraup untung 10 juta perhari, namun kini hanya bisa kurang dari 5 juta perharinya.

“Ya kemungkian hampir 50 prsen lah. Omset paling ya sekitar 10 (juta) perharinya kalo sebelum pandemi. Kalo sekarang ya hampir 5 juta, lah nggak nyampe. Saat ini buat sovenir.” ungkapnya.

Senada dialami Joko Pratama, penjual di toko Sultan yang menyediakan perlengkapan haji dan umroh itu mengaku penjualan perlengkapan dan oleh-oleh haji mengalami penurunan lebih dari 80 persen, yang biasanya dapat meraup omzet minimal lebih dari 1 juta perhari, namun kini kurang dari 1 juta perharinya.

“Ya saat ini menurun sih, karena tidak ada haji dan umroh. (turun) 80 persen. Perhari 1 jutaan lebih minim. Kalo saat pandemi ndak tentu, 1 jt kebawah.” ungkapnya.

Meski keberangkatan ibadah haji ditiadakan, masyarakat masih mencari sejumlah makanan seperti kurma, kacang, buah kering, dan air zamzam untuk konsumsi pribadi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00