FOKUS: #PPKM MIKRO

Dorong Sektor UMKM Bangkit, BI Solo Beri Pelatihan Perajin Batik

Kepala Perwakilan Bank Indonesia KPwBI Solo Nugroho Joko Prastowo memberikan materi pelatihan kepada perajin batik di Solo Raya agar bisa bangkit dan menembus pasar internasional.

KBRN, Surakarta: UMKM batik didorong mampu menembus pasar milenial dan global di tengah pandemi Covid-19. Sektor UMKM batik dinilai sebagai daya ungkit ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia KPwBI Solo Nugroho Joko Prastowo mengungkapkan, UMKM batik bisa menembus pasar milenial dan global. Karena BI Concern terhadap warisan budaya apalagi peran batik terhadap ekonomi cukup besar termasuk dalam ekonomi kreatif.

"Sektor fashion termasuk didalamnya batik menempati posisi kedua setelah kuliner dalam kontribusi terhadap perekonomian," ungkap Nugroho, kepada wartawan di sela Workshop Ikonik Kampung Batik Kauman Solo, Rabu (14/4/2021).

Pihaknya mencatat sektor kuliner memiliki kontribusi 41 persen, fashion 17 persen, dan kriya 15 persen. Sebagai langkah yang ditempuh dengan memberikan pelatihan serta kenduren UMKM 2021.

Pelatihan menyasar 24 UMKM komunitas seniman batik muda mitra binaan BI Solo, BI Jawa Tengah, BI Yogyakarta, BI Tegal dan BI Purwokerto.

"Kegiatan pelatihan diberikan kepada pelaku industri batik agar berdaya saing global juga memacu kompetensi para perajin batik dan mendorong tercipta inovasi produk. Di antara para pembatik ini tidak merasa bersaing tetapi bisa membentuk komunitas yang saling mengisi dan mendukung," terang Nugroho.

Pelatihan tahap awal bertema produksi, diharapkan bisa mendorong pembatik menjalankan proses batik dengan berwawasan lingkungan.

Sementara peserta pelatihan Nyoto Mulyono dari Girilayu, Metesih, Karanganyar menuturkan dengan mengikuti pelatihan menyambut positif nantinya bisa mampu mengikuti pasar. Menurutnya sangat penting mengikuti pelatihan,karena materi kekinian menyesuaikan batik-batik sekarang.

"Karena materi pewarnaan alami, proses pembuatan desain batik kontemporer saat dibutuhkan UMKM Girilayu. Karena selama ini batik pakem, tradisional memiliki konsumen sendiri sekarang sekmen baru atau milenia nantinya akan diterapkan ke Sentra Batik Girilayu," ujarnya.

Salah satu fokus materi pelatihan desain , motif dan pewarnaan kekinian yang digemari pasar dalam negeri dan global. Warna warna lembut soft pastel dan motif alam yang mulai digemari pencinta fashion serta ditujukan untuk menjawab tantangan utama industri batik saat ini. Siti/MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00